Gunung Marapi Erupsi 57 Detik, PVMBG Imbau Warga Waspada!
Gunung Marapi di Sumatera Barat erupsi selama 57 detik pada Rabu pagi dengan kolom abu mencapai 350 meter, PVMBG imbau warga waspada bahaya lahar hujan.
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu pagi, 2 April 2024, pukul 06.25 WIB. Erupsi tersebut tercatat berlangsung selama 57 detik dengan amplitudo 1,6 milimeter dan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 350 meter di atas puncak gunung. Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, melaporkan kejadian ini dari Padang, Sumatera Barat. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, condong mengarah ke timur laut.
Erupsi ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru dari gunung berapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Kejadian ini terjadi setelah erupsi sebelumnya pada Selasa malam, 1 April 2024, pukul 22.33 WIB, yang meskipun tidak terlihat kolom abunya, namun terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 30,6 milimeter dan berdurasi sekitar 34 detik. Letusan tersebut bahkan terdengar hingga ke beberapa daerah di sekitarnya, seperti Kabupaten Tanah Datar dan Nagari Padang Lua, Kabupaten Agam, berupa dentuman keras.
Meskipun erupsi terjadi di hari kedua Idul Fitri 1446 Hijriah, kejadian ini tidak mengurangi kewaspadaan pihak berwenang. Status Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II atau Waspada, berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Imbauan PVMBG Pasca Erupsi Gunung Marapi
Menyikapi erupsi Gunung Marapi, PVMBG mengeluarkan beberapa imbauan penting untuk masyarakat sekitar. Masyarakat, pendaki, dan pengunjung dilarang memasuki wilayah radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yaitu Kawah Verbeek. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya korban jiwa akibat dampak langsung erupsi.
Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya banjir lahar hujan. Imbauan ini terutama penting mengingat potensi peningkatan curah hujan di musim penghujan. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
PVMBG menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Pemantauan aktivitas Gunung Marapi terus dilakukan secara intensif untuk memberikan informasi terkini dan akurat kepada publik. Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengambil langkah-langkah antisipatif guna meminimalisir risiko dampak erupsi.
Data Teknis Erupsi Gunung Marapi
- Waktu Erupsi Pertama: Rabu, 2 April 2024, pukul 06.25 WIB
- Durasi Erupsi Pertama: 57 detik
- Amplitudo Erupsi Pertama: 1,6 milimeter
- Tinggi Kolom Abu Erupsi Pertama: ± 350 meter
- Warna Kolom Abu Erupsi Pertama: Kelabu
- Intensitas Kolom Abu Erupsi Pertama: Sedang hingga tebal
- Arah Penyebaran Abu Erupsi Pertama: Timur laut
- Waktu Erupsi Kedua: Selasa, 1 April 2024, pukul 22.33 WIB
- Durasi Erupsi Kedua: 34 detik
- Amplitudo Erupsi Kedua: 30,6 milimeter
- Tinggi Kolom Abu Erupsi Kedua: Tidak teramati
Dengan adanya erupsi ini, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Penting untuk selalu mendapatkan informasi terkini dari sumber-sumber terpercaya, seperti PVMBG, untuk memastikan keselamatan dan keamanan.