Harga Daging Sapi di Pangkalpinang Turun Drastis Pasca Lebaran
Harga daging sapi di Pangkalpinang turun signifikan menjadi Rp138.000 per kilogram pasca Lebaran Idul Fitri 2025, disebabkan penurunan permintaan masyarakat.
Harga daging sapi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami penurunan signifikan setelah perayaan Lebaran Idul Fitri 2025. Penurunan harga ini terjadi di Pasar Pembangunan Pangkalpinang, pusat perdagangan utama di kota tersebut. Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, harga daging sapi kini mencapai Rp138.000 per kilogram, turun drastis dari harga sebelumnya yang mencapai Rp170.000 per kilogram.
Penurunan harga ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, pada Jumat. Beliau menjelaskan bahwa penurunan harga tersebut disebabkan oleh berkurangnya permintaan masyarakat pasca Lebaran. Hal ini merupakan fenomena yang umum terjadi setiap tahunnya setelah perayaan hari raya besar.
Tidak hanya daging sapi, harga beberapa komoditas pangan lainnya juga mengalami perubahan. Harga daging ayam broiler misalnya, turun menjadi Rp38.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp45.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga telur ayam ras yang turun menjadi Rp32.000 per kilogram dari Rp34.000 per kilogram.
Penurunan Permintaan Picu Anjloknya Harga Daging Sapi
Yiyi Zilaida Dwitri lebih lanjut menjelaskan bahwa penurunan permintaan daging sapi dan ayam pasca Lebaran cukup signifikan. Masyarakat cenderung beralih mengkonsumsi sayur mayur setelah beberapa hari menikmati hidangan berlemak dan kaya santan selama Lebaran. "Permintaan sayur mayur cukup banyak, karena masyarakat kembali beralih memasak menu sehari-hari setelah mengkonsumsi berbagai masakan lebaran yang bersantan," ujar Yiyi.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan komoditas perikanan. Harga ikan kembung masih bertahan di angka Rp52.500 per kilogram, tongkol Rp35.000 per kilogram, dan bandeng Rp20.000 per kilogram. Yiyi menjelaskan bahwa harga ikan relatif tinggi karena sebagian nelayan masih merayakan Lebaran sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang.
"Harga ikan masih tinggi, karena sebagian nelayan masih merayakan lebaran Idul Fitri sehingga persediaan ikan di pasar kurang," tambahnya. Situasi ini menunjukkan fluktuasi harga komoditas pangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk musim, perayaan hari besar, dan ketersediaan pasokan.
Dampak Penurunan Harga Terhadap Konsumen dan Pedagang
Penurunan harga daging sapi tentu berdampak positif bagi konsumen. Mereka dapat memperoleh kebutuhan protein hewani dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, dampaknya terhadap pedagang perlu diperhatikan. Meskipun penjualan mungkin meningkat karena harga yang lebih murah, penurunan harga juga dapat mempengaruhi pendapatan para pedagang.
Pemerintah Kota Pangkalpinang perlu terus memantau perkembangan harga komoditas pangan dan memastikan ketersediaan pasokan agar harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Langkah-langkah antisipasi juga perlu dilakukan untuk menghadapi fluktuasi harga yang mungkin terjadi di masa mendatang, terutama menjelang dan setelah hari raya besar keagamaan.
Secara keseluruhan, penurunan harga daging sapi di Pangkalpinang pasca Lebaran Idul Fitri 2025 menunjukkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor permintaan dan pasokan. Perubahan pola konsumsi masyarakat juga turut berperan dalam menentukan harga komoditas pangan di pasar.
- Harga daging sapi turun menjadi Rp138.000/kg
- Harga ayam broiler turun menjadi Rp38.000/kg
- Harga telur ayam ras turun menjadi Rp32.000/kg
- Harga ikan kembung tetap Rp52.500/kg
- Harga ikan tongkol tetap Rp35.000/kg
- Harga ikan bandeng tetap Rp20.000/kg
Dengan turunnya harga daging sapi, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan protein hewani dengan lebih mudah. Namun, pemerintah perlu tetap waspada dan melakukan pemantauan secara berkala untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan di masa yang akan datang.