Jaktim Imbau Warga Jaga Kebersihan Sarana Ibadah Selama Ramadhan
Pemerintah Kota Jakarta Timur mengimbau warga untuk menjaga kebersihan sarana ibadah dan lingkungan selama Ramadhan, serta mengantisipasi tawuran dengan pelatihan kerja bagi para pelaku.
Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) mengimbau warga untuk menjaga kebersihan sarana ibadah dan lingkungan sekitar selama bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Imbauan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah, sebagai upaya menciptakan kenyamanan dan keamanan selama bulan Ramadhan.
"Ramadhan sebentar lagi, kami juga sudah sampaikan kepada masyarakat kita imbau, tentunya kita harus melakukan bersih-bersih sarana ibadah," kata Iin Mutmainnah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (28/2).
Kebersihan tempat ibadah seperti musholla dan masjid dinilai penting untuk menciptakan suasana nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan. Selain kebersihan tempat ibadah, Pemkot Jaktim juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk saluran air dan selokan, untuk mencegah terjadinya banjir.
Kebersihan dan Keamanan Lingkungan
Iin Mutmainnah juga meminta masyarakat untuk aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, saluran, dan selokan di wilayah masing-masing. Hal ini bertujuan untuk mencegah genangan air dan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. "Hari ini, sampah, sedimen, di saluran itu harus dibersihkan terus-menerus. Kemudian menjaga lingkungan agar aman dan kondusif, kita tetap ibadah dengan baik, tentunya menjaga lingkungan tetap kondusif," ujarnya.
Tidak hanya kebersihan, keamanan lingkungan juga menjadi perhatian Pemkot Jaktim. Iin Mutmainnah mendorong warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling) di tingkat RT dan RW. "Lingkungan di RT dan RW tetap siaga untuk keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), ada siskamling ada juga kegiatan keamanan di masjid atau mushalla," katanya.
Imbauan ini juga mencakup pencegahan tawuran, terutama di kalangan remaja. Iin Mutmainnah berharap agar para remaja di Jakarta Timur dapat menahan diri dari tindakan yang merugikan dan mengganggu ketertiban umum selama bulan Ramadhan dan seterusnya.
Pelatihan Kerja untuk Pencegahan Tawuran
Sebagai upaya preventif untuk mencegah tawuran, Pemkot Jaktim memfasilitasi pelatihan kerja bagi para pelaku tawuran di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan dan bekal bagi para pelaku tawuran untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
"Kami berikan ruang, kesempatan bagi mereka (pelaku tawuran) untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan pelatihan. Ini adalah modal mereka untuk ke depannya bisa bekerja," kata Iin Mutmainnah di Gedung PPKD Jakarta Timur di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Rabu (26/2).
Beberapa wilayah di Jakarta Timur, seperti Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara dan Klender, Kecamatan Duren Sawit, diketahui sering terjadi tawuran. Oleh karena itu, pelatihan kerja ini difokuskan sebagai salah satu strategi untuk mengendalikan dan mengantisipasi terjadinya tawuran di wilayah-wilayah tersebut.
PPKD Jaktim menyediakan sepuluh kejuruan pelatihan kerja, antara lain: teknik las, teknik motor, teknik mobil, tata rias, barista, dapur (kitchen), makanan dan minuman (food and beverage), tata graha, 'office boy', dan bahasa Inggris. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan peluang kerja mereka.
Dengan adanya berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemkot Jaktim, diharapkan bulan Ramadhan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta Timur.