Kodim Natuna Tanam 500 Bibit Mangrove, Lestarikan Pantai dan Lingkungan
Kodim 0318 Natuna menanam 500 bibit mangrove dalam rangkaian TMMD Ke-123 tahun 2025 untuk mencegah abrasi pantai dan menjaga kelestarian lingkungan di Natuna, Kepulauan Riau.
Kodim 0318 Natuna, Kepulauan Riau, telah melakukan penanaman 500 bibit mangrove di Pering, Bunguran Timur, Natuna pada Kamis, 27 Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-123. Tujuan utama penanaman mangrove ini adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi masyarakat Natuna dan generasi mendatang.
Pasiter Kodim 0318 Natuna, Lettu Arh. Erikson Sinurat, menjelaskan bahwa aksi penanaman mangrove ini merupakan wujud kepedulian Kodim terhadap pelestarian lingkungan. "Ini sebagai langkah awal kepedulian kami dalam membantu pemerintah daerah melestarikan lingkungan hidup agar masyarakat dan generasi mendatang merasakan manfaatnya," ujar Lettu Arh. Erikson Sinurat.
Kegiatan ini tidak hanya fokus pada penanaman mangrove, tetapi juga mencakup berbagai program pembangunan lainnya dalam rangka TMMD Ke-123. Hal ini menunjukkan komitmen Kodim 0318 Natuna dalam membangun dan memberdayakan masyarakat Natuna secara menyeluruh.
TMMD Ke-123: Lebih dari Sekedar Penanaman Mangrove
Program TMMD Ke-123 di Natuna tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove. Kodim 0318 Natuna juga melaksanakan berbagai kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa kegiatan tersebut antara lain merehabilitasi rumah tidak layak huni, membuka dan melakukan pengerasan ratusan meter jalan, merehabilitasi dan membangun MCK (Mandi, Cuci, Kakus), melakukan pipanisasi, serta menyelenggarakan sosialisasi dan kegiatan untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Semua kegiatan ini saling berkaitan dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Natuna. Dengan pendekatan terpadu, TMMD Ke-123 diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan di daerah tersebut.
Lettu Arh. Erikson Sinurat menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga dan merawat tanaman mangrove yang telah ditanam. Beliau mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan ikut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pentingnya Peran Masyarakat dalam Pelestarian Mangrove
Lettu Arh. Erikson Sinurat menyampaikan imbauan agar masyarakat turut serta menjaga dan merawat tanaman mangrove yang telah ditanam. "Pada kesempatan itu, dia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dengan ikut serta menjaga dan merawat tanaman mangrove agar terhindar dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang dapat menyebabkan kerusakan," katanya.
Hal ini penting untuk memastikan keberhasilan program penanaman mangrove dan keberlanjutannya. Peran serta masyarakat sangat krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dengan menjaga kelestarian lingkungan, diharapkan masyarakat Natuna dapat terus merasakan manfaatnya untuk jangka panjang. Lingkungan yang sehat dan terjaga akan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
"Setiap individu harus bisa menjaga lingkungan tanpa merusaknya sehingga lingkungan akan kembali memberikan manfaat bagi kita semua. Kalau bukan kita yang merawatnya, siapa lagi," tegas Lettu Arh. Erikson Sinurat.
Kodim 0318 Natuna berharap program TMMD Ke-123, termasuk penanaman mangrove, dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Natuna. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit mangrove yang ditanam, tetapi juga dari kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.