Menag Ajak Masyarakat Wujudkan Ramadhan yang Mensejukkan dan Penuh Berkah
Menteri Agama mengajak seluruh masyarakat Indonesia menciptakan Ramadhan yang menyenangkan dan menenangkan dengan berbagai program positif, termasuk Ramadhan Mengaji, Ramadhan Peduli Lingkungan, Ramadhan Berbagi, dan Ramadhan Inklusi.
Jakarta, 27 Februari 2024 - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyambut Ramadhan dengan hati gembira dan menciptakan suasana yang damai dan penuh berkah. Beliau menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menghidupkan bulan suci ini dengan kegiatan-kegiatan positif. Hal ini disampaikan Menag dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada Kamis lalu. Menag berharap Ramadhan tahun ini akan dipenuhi energi positif yang membawa kebaikan bagi seluruh umat beragama di Indonesia.
Menag Nasaruddin Umar juga mengingatkan pentingnya momentum Ramadhan. Beliau menyatakan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa, di mana banyak peristiwa penting terjadi, termasuk peristiwa penting bagi sejarah Indonesia yaitu kemerdekaan. Dengan semangat ini, Menag mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana Ramadhan yang menyenangkan dan menenangkan.
Ajakan serupa juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin. Beliau mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyebarkan berkah Ramadhan dan mendukung program-program yang telah disiapkan oleh Kemenag. Kemenag sendiri telah menyiapkan berbagai program unggulan yang dirangkum dalam tema "Ramadhan Menyenangkan dan Menenangkan".
Program Unggulan Kemenag: Ramadhan Menyenangkan dan Menenangkan
Kemenag telah merancang empat subtema utama untuk mewujudkan Ramadhan yang menyenangkan dan menenangkan. Keempat subtema tersebut adalah Ramadhan Mengaji, Ramadhan Peduli Lingkungan, Ramadhan Berbagi, dan Ramadhan Inklusi. Setiap subtema memiliki program-program spesifik yang dirancang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ramadhan Mengaji fokus pada penguatan kajian keislaman. Program ini meliputi Sidang Isbat Awal Ramadhan, pengiriman Dai ke daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), penyebaran Pesan Ramadhan dari Menteri Agama, dan Tausiyah Ramadhan. Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) di tingkat Kabupaten/Kota juga didorong untuk menyelenggarakan kajian Ramadhan di masjid kantor masing-masing. Kerja sama dengan Majelis Hukama Muslimin juga dilakukan untuk mengirimkan dai dan qari dari Al-Azhar Al-Syarif ke berbagai provinsi.
Ramadhan Peduli Lingkungan menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Program ini mengajak masyarakat untuk membersihkan rumah ibadah dan melakukan penanaman pohon. Ramadhan diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ramadhan Berbagi bertujuan meningkatkan kesalehan sosial. Program ini meliputi kegiatan buka puasa bersama dan penyaluran zakat, wakaf, dan sedekah. Kemenag sendiri telah memulai program ini bahkan sebelum Ramadhan tiba, dengan menyalurkan kurma hadiah Raja Salman untuk berbuka puasa.
Ramadhan Inklusi melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam berbagai kegiatan. Kemenag membagikan takjil dengan melibatkan seluruh unit Eselon I, termasuk Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Pusat bimbingan dan pendidikan Khonghucu juga turut berpartisipasi. Kemenag juga mengadakan buka puasa bersama lintas agama dan Sema’an Al-Quran bersama Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).
Dengan berbagai program yang telah disiapkan, Kemenag berharap Ramadhan tahun ini akan menjadi bulan yang penuh berkah, kedamaian, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan Ramadhan yang menyenangkan dan menenangkan.