Menteri Maman: Mahasiswa Kunci Peningkatan Kewirausahaan Nasional di Era Digital
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan peran penting mahasiswa dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional melalui kreativitas dan inovasi digital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen menuju Indonesia Emas 2045.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, baru-baru ini menekankan peran krusial mahasiswa dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada Kamis, 27 Februari 2024, di mana beliau menyoroti potensi besar mahasiswa untuk menciptakan inovasi dan meningkatkan rasio kewirausahaan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Menteri Maman, komunitas kampus dan mahasiswa merupakan wadah ideal untuk melahirkan wirausahawan muda. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan wirausaha di Indonesia. Beliau juga mengakui tantangan yang dihadapi UMKM saat ini, terutama skala usaha mikro yang mendominasi (99 persen dari total UMKM).
Oleh karena itu, peningkatan peran mahasiswa dalam berwirausaha dipandang sebagai solusi untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor UMKM. Dengan kreativitas dan inovasi, khususnya di bidang digital, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam pengembangan ekonomi nasional.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan di Era Digital
Menteri Maman juga menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital bagi keberhasilan UMKM. Hingga akhir 2024, tercatat 26 juta UMKM telah bertransformasi digital. Digitalisasi UMKM membuka peluang pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong inovasi produk dan layanan.
Namun, tantangan masih ada. Maman menyebutkan keterbatasan literasi digital dan minimnya kemitraan UMKM dalam rantai nilai industri sebagai hambatan utama. Untuk mengatasi hal ini, dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha.
Pemerintah, melalui Kementerian UMKM, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM. Salah satu langkah konkrit adalah pembentukan Holding UMKM yang akan berperan sebagai akselerator kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional.
Target Pertumbuhan Ekonomi dan Peran UMKM
Maman menambahkan bahwa untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sebesar 8 persen sangatlah penting. Pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk mencapai target tersebut.
Selama lima tahun ke depan, pemberdayaan UMKM akan difokuskan pada beberapa kluster sektor prioritas. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM yang melibatkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan.
Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya sebagai penerima manfaat, namun juga sebagai penggerak utama dalam meningkatkan rasio kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci keberhasilan dalam upaya ini.
Inisiatif pemerintah untuk membentuk Holding UMKM diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih terstruktur dan terarah bagi para wirausahawan muda, termasuk mahasiswa yang ingin berkiprah di dunia usaha.
Kesimpulan
Peran mahasiswa dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sangatlah penting, terutama di era digital saat ini. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan dalam pemberdayaan UMKM dan pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen menuju Indonesia Emas 2045. Dengan kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi digital, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.