Misbakhun Desak KSSK Perbaiki Komunikasi, Cegah Sentimen Negatif di Pasar Saham
Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, mendesak Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk memperbaiki komunikasi dengan pelaku pasar guna mencegah sentimen negatif yang berlebihan dan menjaga stabilitas pasar saham Indonesia.
Jakarta, 21 Maret 2024 - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendesak Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan kualitas komunikasi dengan pelaku pasar. Permintaan ini disampaikan menyusul penurunan signifikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa hari terakhir, yang menurut Misbakhun, dipengaruhi oleh komunikasi yang kurang efektif dari pemerintah dan otoritas terkait. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan terkoordinasi untuk mencegah spekulasi dan menjaga kepercayaan investor.
Dalam acara Capital Market Forum 2025 di Jakarta, Misbakhun menyatakan, "Komunikasi ini memang harus diperbaiki. Ini kita sadari sepenuhnya, makanya saya hadir di sini itu dalam rangka ingin membantu komunikasi itu kepada pasar." Ia menyoroti bagaimana sentimen negatif yang berlebihan dapat menyebabkan penurunan IHSG hingga 6 persen, seperti yang terjadi baru-baru ini. Misbakhun menegaskan pentingnya transparansi dan kejelasan dalam menyampaikan informasi terkait kebijakan ekonomi dan fiskal untuk menciptakan pasar yang sehat dan berlandaskan fundamental ekonomi, bukan rumor atau sentimen semata.
Misbakhun menambahkan, "Kalau pasar yang makin lama makin dewasa seharusnya mereka bergerak berdasarkan fundamental, bukan bergerak memainkan rumor, bukan bergerak memainkan sentimen. Ini pasar yang dewasa, ini tantangan kepada semua pelaku pasar, apakah kita cukup dewasa untuk bisa merespon semua rumor yang ada." Pernyataan ini menekankan pentingnya peran pelaku pasar dalam menyikapi informasi yang beredar dan menghindari reaksi berlebihan terhadap rumor yang belum tentu kebenarannya.
Analisis Anjloknya IHSG dan Peran Kebijakan Pemerintah
Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, memberikan analisis mengenai penurunan IHSG yang terjadi pada Selasa, 18 Maret 2024. Ia menyebutkan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik yang memengaruhi kepercayaan investor. Faktor eksternal meliputi arus keluar modal asing (foreign outflow) yang cukup besar. Sementara itu, faktor domestik meliputi beberapa kebijakan pemerintah yang justru menimbulkan kecemasan di pasar.
Rully mencontohkan beberapa kebijakan yang memicu kekhawatiran, antara lain pemangkasan anggaran, pembentukan Danantara, pembentukan Koperasi Merah Putih yang melibatkan bank-bank BUMN, dan beberapa kebijakan lainnya. Ia juga menyoroti isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang berpotensi mengguncang kepercayaan investor mengingat peran penting beliau dalam menjaga stabilitas fiskal. Meskipun kebijakan tarif dagang AS juga memberikan tekanan, Rully menilai pelemahan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor domestik.
Secara keseluruhan, analisis Rully menunjukkan kompleksitas faktor yang menyebabkan penurunan IHSG. Tidak hanya faktor eksternal, tetapi juga kebijakan domestik dan isu-isu yang berkaitan dengan pemerintahan turut berperan signifikan dalam mempengaruhi sentimen pasar dan kepercayaan investor. Hal ini semakin menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang efektif dan terkoordinasi dari pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar.
Kesimpulannya, perbaikan komunikasi dari KSSK sangat krusial untuk mencegah dampak negatif dari sentimen pasar yang berlebihan. Transparansi, kejelasan informasi, dan koordinasi yang baik antar lembaga pemerintah menjadi kunci untuk membangun kepercayaan investor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Peristiwa penurunan IHSG ini menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan aspek komunikasi dalam pengambilan dan implementasi kebijakan.