Pandu Sjahrir: CIO Danantara, Juru Strategi Investasi Triliunan Rupiah
Pandu Patria Sjahrir, seorang profesional berpengalaman di bidang keuangan dan investasi, ditunjuk sebagai CIO Badan Pengelolaan Investasi Danantara yang akan mengelola aset senilai lebih dari US$900 miliar.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Pandu Patria Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin, 24 Februari 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta. Penunjukan ini menandai langkah signifikan dalam upaya pemerintah untuk mengelola investasi strategis nasional senilai lebih dari US$900 miliar. Pandu, yang sebelumnya dikenal luas di dunia bisnis dan keuangan Indonesia, akan berkolaborasi dengan Rosan Perkasa Roeslani selaku CEO Danantara untuk mencapai visi besar tersebut.
Pengalaman Pandu Sjahrir yang mumpuni di berbagai sektor menjadikannya kandidat ideal untuk posisi tersebut. Lulusan Universitas Chicago dan Stanford Graduate School of Business ini telah malang melintang di dunia bisnis, mulai dari pertambangan hingga teknologi finansial. Ia bahkan sempat diperkenalkan sebagai perwakilan Danantara oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, dalam konferensi pers pada 11 Februari 2024.
Sebagai CIO, Pandu akan memimpin divisi Chief Financial Officer (CFO) dan Investment Management. Tugasnya yang berat ini akan melibatkan pengelolaan dana awal Danantara yang mencapai US$20 miliar dan akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor, seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, dan produksi pangan. Hal ini menunjukkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kapabilitas dan visi Pandu dalam memajukan perekonomian Indonesia.
Latar Belakang Pandu Sjahrir: Jejak Karier yang Mengesankan
Pandu Patria Sjahrir, kelahiran Boston, Massachusetts, Amerika Serikat pada 17 Mei 1979, memiliki rekam jejak karier yang gemilang. Setelah menempuh pendidikan di Phillips Academy Andover dan meraih gelar sarjana dari Universitas Chicago, ia melanjutkan pendidikannya di Stanford Graduate School of Business dan memperoleh gelar MBA pada tahun 2007. Pengalaman akademiknya yang kuat ini menjadi pondasi bagi perjalanan kariernya yang sukses.
Saat ini, selain menjabat sebagai CIO Danantara, Pandu juga memegang beberapa posisi penting lainnya. Ia adalah Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Wakil Presiden Direktur PT Toba Bara Sejahtera (TBS) Energi Utama Tbk, dan Direktur Utama Electrum, perusahaan patungan antara TOBA dan Gojek yang fokus pada pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Kiprahnya di dunia bisnis juga terlihat dari jabatannya sebagai Chairperson Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Managing Partner Indies Capital, dan Founding Partner AC Ventures. Pengalamannya sebagai Komisaris Gojek Indonesia dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) periode 2018-2021, semakin memperkaya portofolionya di berbagai sektor.
Bahkan, dalam Pilpres 2024, Pandu aktif terlibat dalam tim kampanye Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN). Hal ini menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan Indonesia dan kepeduliannya terhadap kemajuan bangsa.
Danantara: Era Baru Investasi Strategis Indonesia
Peluncuran Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan investasi strategis Indonesia. Badan ini diproyeksikan akan mengelola aset senilai lebih dari US$900 miliar, dengan fokus pada proyek-proyek yang berkelanjutan dan inklusif. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Indonesia ke level yang lebih tinggi melalui investasi yang berdampak.
Struktur Danantara dirancang untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Dewan Pengawas (Dewas) yang terdiri dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua dan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua. Anggota Dewas lainnya termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta lembaga-lembaga seperti KPK, BPK, BPKP, dan PPATK.
Selain itu, Danantara juga akan melibatkan Dewan Penasihat dan Oversight & Accountability Committee. Presiden Prabowo Subianto bahkan berencana untuk melibatkan penasihat global dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, China, dan India, untuk memperkuat keahlian dan strategi investasi Danantara.
Dengan sumber daya manusia yang kompeten dan struktur yang terukur, Danantara diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Pandu Sjahrir, sebagai CIO, memiliki peran krusial dalam mewujudkan visi besar ini, membawa Indonesia ke tingkat kemajuan ekonomi yang lebih tinggi.