Pemkot Surabaya Jamin Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadhan
Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya melakukan sidak di Pasar Genteng untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan, dan hasilnya menunjukkan pasokan aman serta harga relatif stabil.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah tetap aman dan terkendali. Hal ini dipastikan setelah Pemkot Surabaya bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Genteng, Surabaya, Jawa Timur pada Senin, 24 Februari 2024.
Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga menjelang bulan Ramadhan. Ketua Tim Kerja Pengendali Distribusi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan Kota Surabaya (Dinkopdag), Sony Ahadian, menyatakan bahwa pasokan bahan pokok di Pasar Genteng masih aman dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Sidak kali ini dilakukan bersama Polrestabes Surabaya untuk memastikan pasokan dan harga bahan pokok tetap aman menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK). Kondisi di Pasar Genteng cukup stabil, baik dari segi pasokan maupun harga," ujar Sony.
Pasokan Bahan Pokok Stabil, Harga Relatif Terkendali
Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada indikasi kelangkaan atau lonjakan harga yang signifikan. Minyak Kita, misalnya, masih dijual sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter, sementara stok beras dipastikan mencukupi hingga bulan Ramadhan. Komoditas lain seperti telur, gula, bawang merah, bawang putih, aneka cabai, dan sayuran juga tersedia dengan harga relatif stabil.
Meskipun terdapat sedikit kenaikan harga pada beberapa komoditas, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar. Harga gula pasir misalnya, naik dari Rp17.500 menjadi Rp18.000 per kilogram, sementara harga telur ayam naik dari Rp28.000 menjadi Rp29.000 per kilogram. "Ada sedikit kenaikan pada telur dan gula, tetapi masih dalam batas wajar dan pasokan tetap stabil," kata Sony.
Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mempertahankan stabilitas harga dan pasokan bahan pokok hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. Koordinasi dengan para distributor terus dilakukan untuk menjamin kelancaran distribusi bahan pokok penting.
"Kami upayakan mereka (para pedagang) mendapatkan pasokan lancar dari distributor-distributor secara berkelanjutan dengan harga sesuai acuan," ucap Sony.
Pemantauan Berkala Cegah Panic Buying
Polrestabes Surabaya turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. Kasubnit II Unit 5 Tindak Pidana Ekonomi (Tipidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ipda Ranggi Putra, menjelaskan bahwa kegiatan sidak akan dilakukan secara berkala hingga menjelang Ramadhan.
"Pasokan di Pasar Genteng masih sangat melimpah dengan harga yang terjangkau. Kami melakukan pengecekan rutin dan memperbarui data setiap hari untuk mencegah panic buying," ujarnya. Pihaknya juga akan mengawasi distribusi bahan pokok di pasar tradisional maupun modern.
Jika ditemukan kenaikan harga yang signifikan, langkah pengendalian akan segera diterapkan. "Dalam satu bulan ini, kami akan terus lakukan pengecekan mengenai kendala, harga dan stok dalam pendistribusian. Contohnya MinyaKita, dilakukan koordinasi pasokan mingguan untuk memastikan siapa yang berhak menjual dan membeli," jelas Ipda Ranggi.
Dengan langkah-langkah proaktif dari Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya, diharapkan masyarakat dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau lonjakan harga yang tidak terkendali. "Selama Ramadhan kami akan menjaga dan terus berupaya agar harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan aman," kata Ipda Ranggi.