Pemprov Sulsel dan Kanada Perkuat Kerja Sama Investasi dan Energi Bersih
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kanada jalin kerja sama investasi dan energi bersih, ditandai kunjungan Dubes Kanada dan potensi investasi di sektor pertambangan dan energi terbarukan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintah Kanada resmi memperkuat kerja sama, khususnya dalam hal investasi dan pengembangan energi bersih. Hal ini ditandai dengan kunjungan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, ke Makassar pada Kamis (27/2). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendorong investasi Kanada di berbagai sektor di Sulsel dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel, Jufri Rahman, menyambut baik upaya Pemerintah Kanada dalam mempererat hubungan dengan Sulsel. Ia berharap kunjungan ini akan menghasilkan komitmen investasi yang konkret dari pihak Kanada di berbagai sektor potensial di Sulawesi Selatan. Jufri juga mengapresiasi dukungan Kanada terhadap pertumbuhan ekonomi hijau di Sulsel, khususnya peran PT Vale Indonesia, perusahaan tambang asal Kanada yang telah menerapkan praktik ramah lingkungan.
Kunjungan Dubes Dutton ke Makassar bukan sekadar kunjungan formal. Ia menekankan pentingnya kerja sama pembangunan sebagai bagian integral dari hubungan Kanada-Sulsel, di luar kemitraan perdagangan yang telah terjalin sukses selama ini. Hal ini menunjukkan komitmen jangka panjang Kanada dalam pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Penguatan Investasi dan Ekonomi Hijau di Sulsel
Duta Besar Kanada, Jess Dutton, secara khusus memuji kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara dalam meningkatkan sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian di Sulsel. Ia juga menyoroti keberhasilan pembangunan pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) di Jeneponto berkapasitas 72 megawatt, yang dibangun dengan dukungan Pemerintah Kanada. PLTA ini menjadi bukti nyata kontribusi Kanada dalam menyediakan energi bersih bagi masyarakat Sulsel.
Lebih lanjut, Dubes Dutton menyampaikan bahwa kolaborasi berkelanjutan antara Kanada dan Sulsel telah mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulsel secara signifikan. Hal ini menunjukkan dampak positif dari kerja sama pembangunan yang berkelanjutan dan terarah.
Dalam kunjungannya, Dubes Dutton juga berencana mengunjungi Makassar New Port dan salah satu pabrik tepung terbesar di Indonesia yang mengimpor gandum dari Kanada. Hal ini menunjukkan minat Kanada untuk lebih terlibat dalam pengembangan infrastruktur dan sektor industri di Sulsel.
Potensi Investasi di Sektor Pertambangan dan Energi Terbarukan
Salah satu sektor yang menarik minat investasi Kanada adalah sektor pertambangan. PT Vale Indonesia, perusahaan tambang asal Kanada yang beroperasi di Sulsel, telah menjadi contoh keberhasilan penerapan praktik pertambangan yang ramah lingkungan. Hal ini membuka peluang bagi perusahaan Kanada lainnya untuk berinvestasi di sektor pertambangan di Sulsel dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Selain sektor pertambangan, sektor energi terbarukan juga memiliki potensi besar untuk menarik investasi Kanada. Pembangunan PLTA di Jeneponto menunjukkan kesuksesan kerja sama dalam pengembangan energi bersih. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan proyek energi terbarukan lainnya di Sulsel, seperti energi surya dan panas bumi.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan dukungan Pemerintah Kanada, Sulsel dapat mengembangkan sektor-sektor unggulannya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Secara keseluruhan, kunjungan Dubes Kanada ke Sulsel menandai babak baru dalam kerja sama bilateral kedua negara. Kerja sama ini tidak hanya fokus pada investasi, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Hal ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.