Penumpang Stasiun Pasar Senen Tembus 108 Persen pada H-3 Lebaran
Stasiun Pasar Senen, Jakarta, catat okupansi penumpang hingga 108 persen pada H-3 Lebaran dengan total 22.323 penumpang, melampaui kapasitas, didorong tingginya pemudik yang memanfaatkan kereta ekonomi.
Pada Jumat (28/4), atau H-3 Lebaran, Stasiun Pasar Senen, Jakarta, mencatat rekor jumlah penumpang yang luar biasa. PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan bahwa okupansi penumpang di stasiun tersebut mencapai 108 persen, dengan total 22.323 penumpang tercatat hingga pukul 08.00 WIB. Fenomena ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mudik Lebaran menggunakan kereta api.
Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas normal stasiun. Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa angka ini masih terus meningkat. Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan okupansi tertinggi, diikuti oleh Stasiun Gambir dengan 17.201 penumpang. Kondisi ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran menggunakan transportasi kereta api.
Ixfan memberikan penjelasan terkait tingginya angka okupansi yang mencapai 108 persen. Ia menekankan bahwa hal ini disebabkan oleh dinamika pergerakan penumpang kereta api. Penumpang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan, menciptakan pola okupansi yang dinamis. Beberapa penumpang mungkin naik dari Gambir, turun di Cikampek, atau turun di Cirebon, kemudian penumpang lain naik dari Cirebon, dan seterusnya.
Dinamika Pergerakan Penumpang dan Destinasi Populer
Lebih lanjut, Ixfan menjelaskan beberapa destinasi populer yang menjadi tujuan para pemudik. Purwokerto, Kutoarjo, dan Yogyakarta menjadi tujuan favorit para pemudik Lebaran dari Stasiun Pasar Senen. Sementara itu, sebagian besar penumpang dari Stasiun Gambir menuju Yogyakarta, Surabaya, Semarang, atau Malang. Hal ini menunjukkan distribusi penumpang yang beragam sesuai dengan asal dan tujuan perjalanan.
Tingginya angka okupansi di Stasiun Pasar Senen juga dipengaruhi oleh tingginya jumlah kereta ekonomi yang tersedia. Lebih dari 60 persen kereta yang ditawarkan dari stasiun ini merupakan kereta ekonomi, pilihan yang paling terjangkau bagi sebagian besar pemudik. Ketersediaan pilihan transportasi yang terjangkau ini turut mendorong peningkatan jumlah penumpang.
Sebagai antisipasi lonjakan penumpang, PT KAI telah melakukan berbagai langkah. Langkah-langkah tersebut meliputi pengecekan infrastruktur dan fasilitas untuk memastikan standar pelayanan minimum, pemantauan area khusus, dan yang terpenting adalah peningkatan jumlah perjalanan kereta api. Hal ini menunjukkan kesiapan PT KAI dalam menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik Lebaran.
Peningkatan Jumlah Perjalanan Kereta Api
Pada Jumat, PT KAI menambah 15 perjalanan kereta api jarak jauh dari Daop 1, sehingga total perjalanan kereta api pada H-3 Lebaran mencapai 87 perjalanan. Hal ini menunjukkan komitmen PT KAI dalam memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat selama musim mudik. Dibandingkan tahun lalu, PT KAI mencatat peningkatan jumlah perjalanan kereta api sekitar 10 hingga 11 persen untuk periode mudik Lebaran 2024.
Jumlah perjalanan kereta api selama mudik Lebaran 2023 tercatat sekitar 1.500 perjalanan, meningkat menjadi sekitar 1.600 perjalanan pada periode yang sama di tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi mudik.
Secara keseluruhan, lonjakan penumpang di Stasiun Pasar Senen pada H-3 Lebaran menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api. PT KAI telah berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan menambah jumlah perjalanan kereta api dan memastikan kelancaran perjalanan para pemudik. Meskipun terjadi peningkatan signifikan, PT KAI berhasil mengelola lonjakan penumpang dengan baik berkat antisipasi dan manajemen yang terencana.