Petugas Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Cianjur
Petugas gabungan di Cianjur memperluas pencarian nelayan Dikdik Santoso (35) yang hilang terbawa gelombang saat mencari ikan di perairan Jayanti, Kecamatan Cidaun.
Nelayan asal Garut, Dikdik Santoso (35), dilaporkan hilang setelah perahu karetnya terbalik di perairan Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi pada Selasa, saat Dikdik tengah mencari bahan bakar untuk perahunya yang kehabisan bahan bakar menuju perahu rekannya yang berada di tengah laut. Petugas gabungan dari Polair Polres Cianjur, SAR Cianjur, relawan, dan nelayan setempat langsung melakukan upaya pencarian.
Insiden ini bermula ketika Dikdik Santoso, menggunakan perahu karet kecil untuk menuju perahu temannya yang berjarak cukup jauh. Saat mendekati perahu tersebut, gelombang tinggi menerjang perahu karetnya hingga terbalik. Rekan Dikdik yang menyaksikan kejadian tersebut segera berupaya melakukan pencarian, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kasatpolair Polres Cianjur, AKP Asep Machfud, menjelaskan kronologi kejadian dan upaya pencarian yang telah dilakukan. "Korban menggunakan perahu karet untuk mencari bahan bakar ke perahu temannya yang berjarak cukup jauh dari perahunya yang kehabisan bahan bakar, saat mendekati perahu temannya tiba-tiba perahu korban dihantam gelombang hingga terbalik," ujar AKP Asep Machfud.
Pencarian Hari Pertama dan Kedua
Pencarian hari pertama, Rabu, difokuskan pada radius beberapa ratus meter dari lokasi kejadian. Namun, hingga petang pencarian belum membuahkan hasil, dan cuaca buruk memaksa petugas menghentikan pencarian. Pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Kamis, dengan jangkauan yang lebih luas. Petugas menyisir area tengah laut hingga pesisir pantai, melibatkan juga nelayan setempat yang baru pulang melaut.
AKP Asep Machfud menambahkan, "Pencarian pada Rabu difokuskan dalam radius beberapa ratus meter dari lokasi pertama korban dilaporkan hilang tenggelam, namun hingga petang belum membuahkan hasil, sedangkan cuaca tidak mendukung sehingga pencarian dihentikan." Upaya pencarian hari kedua ini diharapkan dapat menemukan Dikdik Santoso, agar jasadnya dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
"Hari kedua pencarian difokuskan dengan radius yang diperluas mulai dari tengah laut hingga pesisir pantai termasuk melibatkan nelayan yang pulang melaut, guna menemukan jasad korban," tambahnya. Proses pencarian melibatkan berbagai pihak dan terus diupayakan secara maksimal.
Upaya Maksimal Pencarian
Petugas gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga Dikdik Santoso ditemukan. Mereka telah memperluas area pencarian dan melibatkan lebih banyak personel serta nelayan lokal. Kondisi cuaca yang kurang mendukung menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian ini.
Kerja sama yang baik antara Polair Polres Cianjur, SAR Cianjur, relawan, dan nelayan setempat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencarian ini. Semoga upaya maksimal ini dapat segera membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi keluarga Dikdik Santoso.
Pihak keluarga berharap agar jasad Dikdik Santoso segera ditemukan sehingga dapat segera dimakamkan dengan layak. Kehilangan seorang nelayan merupakan duka bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil yang baik.
Informasi Tambahan:
- Korban bernama Dikdik Santoso, berusia 35 tahun, warga Garut.
- Kejadian terjadi di perairan Jayanti, Kecamatan Cidaun, Cianjur.
- Perahu korban terbalik akibat gelombang tinggi.
- Pencarian melibatkan Polair Polres Cianjur, SAR Cianjur, relawan, dan nelayan setempat.
Semoga pencarian ini segera membuahkan hasil dan keluarga korban mendapatkan ketabahan.