PLN Siapkan Sistem Backup Berlapis Antisipasi Cuaca Ekstrem saat Lebaran 2025
PLN memastikan keandalan listrik saat Lebaran 2025 dengan sistem backup berlapis, antisipasi cuaca ekstrem dan tingginya intensitas hujan.
Jakarta, 25 Maret 2024 (ANTARA) - PT PLN (Persero) bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem dan intensitas hujan tinggi selama periode mudik Lebaran 2025. Untuk menjamin pasokan listrik tetap andal, PLN telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk sistem backup berlapis guna memastikan layanan listrik kepada seluruh pelanggan tetap terjaga.
Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, menyatakan bahwa langkah preventif ini sangat penting. PLN telah melakukan pengecekan menyeluruh pada seluruh infrastruktur kelistrikan, mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, hingga jaringan distribusi. Masa siaga kelistrikan telah ditetapkan sejak 17 Maret hingga 11 April 2025, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan.
Antisipasi ini dilakukan seiring dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga periode mudik Lebaran 2025. Langkah-langkah yang diambil PLN bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk tersebut.
Langkah Antisipatif PLN Hadapi Cuaca Ekstrem
PLN telah melakukan berbagai tindakan preventif untuk memastikan keandalan pasokan listrik. Salah satu langkah penting adalah inspeksi menyeluruh pada jaringan distribusi dan transmisi, termasuk Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Pembersihan jalur right of way (ROW) juga dilakukan secara intensif untuk meminimalisir potensi gangguan akibat pohon atau halangan lainnya. "Kami melakukan inspeksi secara menyeluruh, baik untuk jaringan distribusi maupun transmisi kami, khususnya SUTT. Data-data yang kami dapatkan ini untuk memastikan kebersihan jalur ROW di sekitar jaringan, sehingga dapat meminimalisir potensi gangguan seperti kerawanan pohon dan gangguan lainnya," jelas Adi Priyanto.
PLN juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dengan melaporkan potensi bahaya di sekitar jaringan listrik. Laporan mengenai pohon atau objek lain yang berpotensi mengganggu jaringan listrik dapat segera ditindaklanjuti oleh PLN untuk dilakukan pembersihan. Kerja sama antara PLN dan masyarakat sangat penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
Selain itu, PLN juga telah memastikan kecukupan pasokan energi primer. Cadangan batu bara mencapai lebih dari 22 hari operasi (HOP), gas lebih dari 30 HOP, dan BBM lebih dari 20 HOP. Hal ini menjamin kelancaran operasional pembangkit listrik. "Ini saya kira adalah sesuatu persiapan yang sangat cukup dari sisi pembangkitan. Selain itu, sebelumnya kami juga melakukan pemeliharaan pembangkit kira-kira satu bulan yang lalu, sehingga pada saat Siaga Idul Fitri nanti itu tidak akan ada pemeliharaan-pemeliharaan pembangkit dan siap untuk beroperasi," tambah Adi.
Sistem Backup Berlapis dan Personel Siaga
PLN menyiapkan sistem backup berlapis untuk menjaga keandalan listrik, terutama di lokasi-lokasi vital seperti kantor pemerintahan dan pelayanan publik. Sistem backup ini meliputi 1.839 unit genset, 636 Uninterruptible Power Supply (UPS), dan 1.276 Unit Gardu Bergerak (UGB) yang disiagakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia.
Untuk memastikan kesiapsiagaan, PLN telah menerjunkan 69 ribu personel siaga khusus yang dilengkapi peralatan lengkap. Terdapat juga 3.830 posko siaga yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memberikan respon cepat terhadap potensi gangguan. "Untuk memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap andal dan aman, kami juga sudah menyiapkan sistem kelistrikan yang berlapis dan peralatan pendukung serta membentuk special force di periode Siaga Idul Fitri 1446 Hijriah," pungkas Adi.
Dengan kapasitas daya mampu pembangkit sebesar 67 GW dan beban puncak 45 GW, PLN memiliki reserve margin hingga 22 GW atau 49 persen. Hal ini menunjukkan kesiapan PLN dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik selama periode Lebaran 2025.
PLN berkomitmen untuk memberikan pelayanan listrik yang andal dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya selama periode mudik dan Lebaran 2025. Berbagai upaya preventif dan kesiapan sistem backup berlapis menunjukkan keseriusan PLN dalam menjaga stabilitas kelistrikan nasional.