Polda Sulteng Jamin Mudik Lebaran 2025 Aman, 3.524 Personel Gabungan Siap Siaga
Kapolda Sulteng Irjen Pol. Agus Nugroho memastikan keamanan mudik Lebaran 2025 dengan mengerahkan 3.524 personel gabungan dan memperkuat koordinasi antar instansi terkait.
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Sebanyak 3.524 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait dikerahkan untuk Operasi Ketupat Tinombala 2025. Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Agus Nugroho, menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi untuk menciptakan suasana kondusif selama periode mudik dan balik.
Operasi Ketupat Tinombala 2025 resmi digelar dengan tagline 'Mudik Aman, Keluarga Nyaman'. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dan instansi terkait untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri. Kapolda Agus Nugroho memberikan instruksi langsung kepada seluruh personel untuk memperkuat koordinasi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pengamanan difokuskan pada berbagai titik vital, termasuk jalur-jalur mudik, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, tempat ibadah, dan lokasi wisata. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di rumah-rumah warga yang ditinggal mudik untuk mencegah tindak kejahatan. Polda Sulteng telah mendirikan 92 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu yang tersebar di seluruh wilayah Sulteng.
Koordinasi Antar Instansi dan Pengamanan Terpadu
Irjen Pol. Agus Nugroho secara khusus meminta seluruh personel untuk memperkuat koordinasi dengan TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya. Sinergi antar instansi ini dinilai krusial untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2025. "Perkuat koordinasi dan sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan stakeholder lainnya untuk memastikan situasi tetap kondusif," tegas Kapolda Sulteng.
Sebanyak 3.524 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Tinombala 2025. Rinciannya, 304 personel dari Satgas Polda Sulteng, 1.213 personel dari Satgas Polres Jajaran, 75 personel untuk back up pos pengamanan, dan 1.932 personel dari TNI. Personel tersebut disebar di titik-titik konsentrasi mudik, baik di pos pengamanan maupun di jalur-jalur utama seperti pelabuhan, bandara, dan titik-titik konsentrasi ekonomi.
Polda Sulteng juga telah mendirikan 92 pos, terdiri dari 62 pos pengamanan, 20 pos pelayanan, dan 10 pos terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah untuk memastikan jangkauan pengamanan yang optimal. Operasi ini bertujuan untuk mengamankan, melancarkan, dan menertibkan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri.
Fokus pengamanan diberikan pada masjid-masjid, tempat ibadah lainnya, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, rumah-rumah masyarakat yang ditinggal mudik, lokasi rawan kecelakaan, dan tempat-tempat rawan gangguan kamtibmas lainnya. Patroli rutin terpadu juga dilakukan di area pelabuhan, terminal bus, dan bandara untuk mencegah kejahatan seperti premanisme dan pencurian.
Imbauan Kapolda dan Kesiapsiagaan Personel
Kapolda Sulteng mengimbau seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Tinombala 2025 untuk menjaga kesehatan, bekerja dengan ikhlas, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Peningkatan patroli di wilayah rawan, terutama rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik, juga menjadi bagian dari strategi pengamanan yang diterapkan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Polda Sulteng berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2025. Koordinasi yang solid antar instansi dan kesiapsiagaan personel diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik.
Selain itu, Polri juga berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025 di wilayah Sulawesi Tengah. Patroli rutin di tempat-tempat umum seperti terminal dan bandara juga akan ditingkatkan untuk mencegah tindak kejahatan.