Populasi Sapi Pariaman Menurun: 2.608 Ekor di 2024
Populasi sapi di Pariaman mengalami penurunan menjadi 2.608 ekor di tahun 2024 akibat faktor ekonomi, namun pemerintah setempat berupaya meningkatkan populasi melalui berbagai program.
Populasi sapi di Kota Pariaman, Sumatera Barat, mengalami penurunan pada tahun 2024. Data terbaru menunjukkan hanya terdapat 2.608 ekor sapi, berkurang 171 ekor dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.779 ekor. Penurunan ini terjadi di seluruh kecamatan di Pariaman, dengan populasi terbesar masih berada di Kecamatan Pariaman Selatan.
Menurut Plt. Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Marini Jamal, penurunan populasi sapi ini disebabkan oleh faktor ekonomi. Banyak peternak terpaksa menjual ternak mereka karena kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan. Hal ini berdampak pada jumlah keseluruhan populasi sapi di wilayah tersebut.
Pemerintah Kota Pariaman tidak tinggal diam. Untuk mengatasi penurunan populasi ini dan meningkatkan perekonomian peternak, berbagai upaya telah dan akan dilakukan. Program inseminasi buatan akan dijalankan untuk meningkatkan jumlah sapi. Selain itu, sosialisasi dan pendampingan kepada peternak juga akan ditingkatkan untuk membantu mereka mengembangkan usaha peternakan sapi.
Pemerintah juga berupaya membantu peternak dalam hal permodalan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditawarkan sebagai solusi untuk membantu peternak mendapatkan modal usaha. Meskipun teknis pencairan KUR menjadi tanggung jawab pihak perbankan, upaya ini diharapkan dapat meringankan beban para peternak sapi di Pariaman.
Kota Pariaman memiliki tim pendukung peternak yang terdiri dari penyuluh, tenaga medis, dan paramedik veteriner. Tim ini siap membantu peternak dalam menjaga kesehatan ternak dan mengembangkan usaha mereka. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak.
Meskipun populasi sapi menurun, angka pemotongan sapi justru meningkat. Pada tahun 2024, tercatat 2.256 ekor sapi dipotong, meningkat 188 ekor dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama terjadi pada momen hari besar keagamaan Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Penting untuk dicatat bahwa sapi yang dipotong tidak semuanya berasal dari Pariaman. Banyak sapi didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan selama hari raya keagamaan. Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak di Pariaman.
Ke depannya, Pemkot Pariaman akan terus berupaya meyakinkan masyarakat untuk tetap beternak sapi. Hal ini tidak hanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga peternak, tetapi juga untuk menjaga ketahanan pangan di Kota Pariaman. Pemerintah berharap dengan berbagai program dan dukungan yang diberikan, populasi sapi di Pariaman dapat kembali meningkat di tahun-tahun mendatang.