Prospek Usaha di Bali Cerah hingga Semester I-2025: Pariwisata Jadi Penggerak Utama
Bank Indonesia memprediksi sektor pariwisata yang tumbuh positif akan mendorong prospek usaha di Bali hingga semester I-2025, ditandai dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan penjualan riil.
Kabar gembira datang dari Pulau Dewata! Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan prospek usaha di Bali sangat cerah hingga semester pertama tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Bali yang positif didorong oleh sektor pariwisata yang menunjukkan kinerja luar biasa. Hal ini ditandai dengan peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, serta peningkatan indeks penjualan riil.
Kepala BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Bali akan terus berlanjut. Pernyataan ini diperkuat oleh hasil survei Ekspektasi Penjualan yang dilakukan BI. Indeks pada Maret mencapai 166 dan meningkat pesat menjadi 184 pada Juni 2025, menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan asing pada tahun 2024, mencapai 6,33 juta orang atau naik 20 persen dibandingkan tahun 2023. Australia menjadi negara asal wisatawan terbanyak dengan jumlah mencapai 1,54 juta orang, diikuti oleh India, China, Inggris, dan Korea Selatan.
Pariwisata Bali Tumbuh Pesat: Kunjungan Wisatawan dan Penumpang Meningkat
Kinerja positif sektor pariwisata juga terlihat dari data lalu lintas penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada Januari 2025, bandara tersebut melayani dua juta penumpang, dengan 1,2 juta di antaranya merupakan penumpang internasional. Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Tren positif kunjungan wisatawan ini berdampak signifikan terhadap perekonomian Bali. Optimisme pelaku usaha di sektor riil atau eceran juga meningkat, terlihat dari indeks penjualan riil pada Januari 2025 yang mencapai 117,2 atau tumbuh hampir tujuh persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penjualan eceran ini didorong oleh berbagai sektor, termasuk barang budaya dan rekreasi, sandang, bahan bakar kendaraan bermotor, dan komunikasi serta informasi. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi tidak hanya terpusat pada satu sektor, melainkan tersebar merata di berbagai bidang usaha.
Langkah BI Pertahankan Kinerja Positif Ekonomi Bali
Untuk menjaga kinerja penjualan eceran dan tingkat konsumsi masyarakat, Bank Indonesia bekerja sama dengan tim pengendalian inflasi daerah di Bali. Kerja sama ini difokuskan untuk memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga ekonomi Bali dapat terus bergerak positif.
BI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi Bali dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan prospek yang cerah dan dukungan dari berbagai pihak, Bali diprediksi akan terus menjadi destinasi wisata unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Kesimpulannya, prospek usaha di Bali sangat menjanjikan hingga semester I-2025, ditopang oleh pertumbuhan sektor pariwisata yang signifikan. Kolaborasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah diharapkan dapat mempertahankan momentum positif ini dan memastikan kesejahteraan masyarakat Bali.