SAR Ternate Hentikan Pencarian Empat Korban Kapal Tenggelam di Perairan Ternate
Operasi pencarian empat korban kapal LCT SJP 168 A yang tenggelam di perairan Pulau Batang Dua, Ternate, resmi ditutup setelah dua pekan pencarian intensif.
Ternate, 27 Maret 2024 - Operasi pencarian empat korban kapal LCT SJP 168 A yang tenggelam di perairan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, telah resmi ditutup oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate. Pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan memakan waktu sekitar dua pekan ini, sayangnya, tidak membuahkan hasil. Keempat korban dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengumumkan penutupan operasi pencarian pada Kamis. Ia menjelaskan bahwa operasi SAR awal dilakukan selama tujuh hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas. Setelah koordinasi dengan keluarga korban dan perusahaan kapal, pencarian diperpanjang tiga hari lagi. Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, termasuk penyelaman dan penyisiran pesisir pantai, keempat korban tetap belum ditemukan.
Faktor cuaca buruk menjadi kendala utama selama operasi pencarian. Kondisi cuaca yang ekstrem membatasi upaya penyelaman dan pencarian di permukaan air, mengingat keselamatan tim SAR harus diprioritaskan. "Kami pun telah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak perusahaan terkait penutupan operasi SAR. Sementara faktor cuaca menjadi kendala utama tim dalam melakukan penyelaman di badan kapal maupun pencarian di permukaan air, karena pertimbangan risiko untuk keselamatan tim itu yang harus dijaga," ungkap Iwan Ramdani.
Pencarian Maksimal, Korban Dinyatakan Hilang
Iwan Ramdani menambahkan bahwa pencarian telah dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur dan alat. Namun, karena kondisi dan kendala yang ada, pencarian akhirnya dihentikan. Pihaknya tetap mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang melintas di area kejadian untuk melaporkan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan atau yang berkaitan dengan para korban.
"Kami apresiasi dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan operasi SAR Kapal LCT SJP 168 A. Dengan telah ditutupnya operasi SAR, maka seluruh unsur dikembalikan kesatuannya masing-masing," tambah Iwan Ramdani. Penutupan operasi SAR ini menandai berakhirnya upaya pencarian intensif terhadap empat korban kapal nahas tersebut.
Selama operasi SAR, berbagai instansi turut berpartisipasi, termasuk Kantor SAR Ternate, Polairud Ternate, Denbekang XV/2.A Ternate, KM Topaidi, Lanal Ternate, KSOP Bitung, KSOP Ternate, Kantor Kesehatan Pelabuhan Ternate, Kapolsek Kayoa, KPLP Babang, Wilker Bosua, Pemerintah Desa Boki Miake, Owner Kapal, Agen Kapal, ORARI, RAPI dan Masyarakat Desa Boki Miake serta Keluarga Korban.
Identitas Korban dan Awak Kapal yang Selamat
Empat korban yang dinyatakan hilang adalah Muh Mufly (Mualim I), Baharuddin Zamani (KKM), Zuber (Juru Minyak), dan M. Sapri Pammu (Juru Masak). Sementara itu, awak kapal yang berhasil selamat adalah Philips J.M Nasarany (Nahkoda), Rahmat (Masinis), Hamdani (Juru Mudi), dan Irwandi (Juru Mudi).
Penutupan operasi pencarian ini tentu menjadi duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak berwenang berharap agar masyarakat tetap waspada dan melaporkan jika menemukan informasi terkait keberadaan para korban.