Solidaritas Kemanusiaan: BPBD DKI Kirim Tim Bantu Korban Gempa Myanmar
BPBD DKI Jakarta mengirimkan dua personel, Acep Sumantri dan Marwan, untuk bergabung dengan tim SAR Indonesia dalam misi kemanusiaan membantu korban gempa bumi dahsyat di Myanmar.
Gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Myanmar pada akhir Maret 2025 telah menimbulkan kerusakan besar dan menelan banyak korban jiwa. Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta turut serta mengirimkan bantuan berupa personel untuk membantu upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan di wilayah terdampak. Keputusan ini diambil sebagai wujud kepedulian Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Myanmar yang tengah menghadapi bencana dahsyat ini.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, secara resmi memberikan izin dan restu kepada dua petugas pengendalian bencana (P2B) untuk bergabung dalam misi kemanusiaan ini. Kedua personel tersebut adalah Acep Sumantri, yang bergabung atas permohonan Ikatan Alumni Sabhawana, dan Marwan, yang bergabung atas permohonan Baznas. Keberangkatan mereka menandai komitmen nyata BPBD DKI Jakarta dalam mendukung upaya penanggulangan bencana di tingkat internasional.
"Mereka adalah Acep Sumantri (atas permohonan gabungan dari Ikatan Alumni Sabhawana) dan Marwan (atas permohonan gabungan dari Baznas). Saya izinkan mereka berangkat untuk membantu korban gempa di sana. Bergabunglah dengan tim rescue Indonesia dan berikan yang terbaik untuk membantu saudara-saudara kita," ujar Isnawa Adji dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu. Pernyataan ini menekankan semangat kebersamaan dan kepedulian yang menjadi landasan misi kemanusiaan ini.
Tim Gabungan Terjun ke Myanmar
Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD DKI Jakarta dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya telah diberangkatkan ke Myanmar pada tanggal 31 Maret 2025. Mereka akan bertugas hingga tanggal 15 April 2025, dengan fokus utama pada upaya penyelamatan korban dan distribusi bantuan di daerah-daerah yang paling terdampak gempa. Misi ini menunjukan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar lembaga dalam menghadapi bencana berskala besar.
Penugasan ini merupakan bagian dari bantuan kemanusiaan pemerintah Indonesia untuk Myanmar. Tim SAR Indonesia yang tergabung dalam misi ini akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional dan lokal untuk memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Kehadiran tim ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meringankan beban para korban.
Dalam kegiatan pelepasan tim gabungan yang dilaksanakan pada Rabu, turut hadir perwakilan dari berbagai pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini. Kehadiran mereka menunjukan dukungan dan solidaritas dari berbagai elemen masyarakat terhadap upaya penanggulangan bencana di Myanmar.
Dukungan dan Harapan
Isnawa Adji berharap misi kemanusiaan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Myanmar yang terdampak gempa. Ia menekankan pentingnya semangat solidaritas dan kerja sama lintas lembaga agar bantuan dapat disalurkan secara optimal dan tepat sasaran. Komitmen ini menjadi kunci keberhasilan misi kemanusiaan ini.
Dengan semangat solidaritas dan kerja sama lintas lembaga, diharapkan bantuan dapat disalurkan secara optimal kepada mereka yang membutuhkan. Upaya ini tidak hanya membantu korban secara langsung, tetapi juga membangun solidaritas internasional dan memperkuat kerja sama antar negara dalam menghadapi bencana alam.
Partisipasi BPBD DKI Jakarta dalam misi kemanusiaan ini merupakan contoh nyata dari komitmen Indonesia dalam membantu negara lain yang sedang menghadapi bencana. Semoga kehadiran tim ini dapat memberikan kontribusi positif dan meringankan penderitaan korban gempa di Myanmar.
Semoga misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Myanmar yang terdampak bencana. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka dan membantu proses pemulihan pasca bencana.