Sumut Pastikan Belum Ada Kasus Human Metapneumovirus (HMPV)
Dinas Kesehatan Sumatera Utara menyatakan hingga saat ini belum ada laporan kasus Human Metapneumovirus (HMPV), namun tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan.
Medan, 13 Januari 2024 – Hingga saat ini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih aman dari Human Metapneumovirus (HMPV). Dinas Kesehatan Provinsi Sumut memastikan belum menerima laporan terkait kasus virus pernapasan tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Novita Rohdearni Saragih, Senin lalu di Medan.
Meskipun belum ada kasus HMPV yang terkonfirmasi, Dinas Kesehatan Sumut tetap waspada. Sesuai arahan Kementerian Kesehatan, langkah antisipasi difokuskan pada peningkatan kewaspadaan di pintu masuk wilayah Sumut. Pengawasan ketat dilakukan terhadap individu yang datang dari luar negeri, khususnya mereka yang menunjukkan gejala seperti flu (influenza like illness).
Selain pengawasan di pintu masuk, edukasi publik juga menjadi prioritas. Masyarakat Sumut diimbau untuk menerapkan langkah pencegahan dan segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan. Gejala HMPV sendiri meliputi batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, sesak napas, radang saluran napas kecil, dan pneumonia. Virus ini terutama menyerang anak di bawah lima tahun, lansia (65 tahun ke atas), individu dengan sistem imun lemah, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan kronis.
Langkah preventif sederhana namun efektif sangat dianjurkan. Novita Rohdearni Saragih menekankan pentingnya mencuci tangan secara teratur, memakai masker di tempat umum, menghindari kerumunan, dan rajin membersihkan lingkungan dengan disinfektan. Ini merupakan langkah-langkah yang bisa dilakukan semua kalangan untuk meminimalisir risiko penularan penyakit.
Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menyatakan tidak ada imbauan khusus bagi fasilitas kesehatan terkait penanganan HMPV. Namun, beliau meminta agar setiap kasus yang terdeteksi segera dilaporkan. Pernyataan Menkes ini didasarkan pada fakta bahwa HMPV telah ada sejak tahun 2001 dan tingkat fatalitasnya sangat rendah, sehingga kasus HMPV seringkali sulit dideteksi dan mirip dengan flu biasa. Proses penyembuhannya pun dinilai sama seperti flu biasa.
Meskipun tingkat keparahannya relatif rendah dan kemiripannya dengan flu biasa, penting untuk tetap waspada dan melapor jika menemukan gejala yang mengarah ke HMPV. Dengan adanya laporan, upaya pencegahan dan penanganannya akan lebih terarah dan efektif. Sistem pelaporan yang baik akan membantu otoritas kesehatan untuk memantau penyebaran penyakit dan mengambil tindakan yang tepat.
Kesimpulannya, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terus memantau dan melakukan langkah antisipasi meskipun belum ada kasus HMPV yang terkonfirmasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang mencurigakan. Kewaspadaan dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat Sumut.