Telkom Yakin Danantara Pacu Daya Saing Indonesia di Kancah Global
PT Telkom Indonesia menilai kehadiran BPI Danantara akan memperkuat ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing global, dengan Telkom siap berkontribusi aktif melalui ekosistem digitalnya.
Jakarta, 25 Februari 2024 - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyatakan optimisme terhadap peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam memperkuat ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Kehadiran Danantara dinilai akan memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian nasional.
Telkom, sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, siap berkontribusi aktif dan berperan serta dalam pengembangan Danantara. Kemampuan dan ekosistem digital yang dimiliki Telkom, mulai dari infrastruktur telekomunikasi hingga solusi digital inovatif, akan dikerahkan untuk mendukung transformasi di berbagai sektor industri.
Hal ini disampaikan oleh VP Corporate Communication Telkom Indonesia, Andri Herawan Sasoko, di Jakarta pada Selasa kemarin. Ia menekankan komitmen Telkom untuk bersinergi dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan guna mencapai tujuan tersebut. Telkom juga memastikan kualitas layanan terbaik bagi pelanggan tetap menjadi prioritas utama.
Sinergi Telkom dan BPI Danantara untuk Indonesia Maju
Andri Herawan Sasoko menjelaskan bahwa TelkomGroup akan terus menghadirkan beragam solusi digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung percepatan transformasi digital Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan digital nasional.
Lebih lanjut, Andri menyatakan dukungan penuh Telkom terhadap langkah strategis pemerintah dalam mengkonsolidasikan kekuatan ekonomi BUMN. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan pengelolaan aset negara, mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, dan mengakselerasi transformasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Telkom melihat Danantara sebagai instrumen kunci dalam pencapaian visi tersebut.
Dengan pengelolaan aset negara yang lebih efektif dan efisien melalui Danantara, diharapkan akan terjadi peningkatan investasi di berbagai sektor strategis, termasuk di sektor digital yang menjadi fokus utama Telkom. Hal ini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di pasar global.
Danantara: Pengelola Investasi Strategis Indonesia
Peluncuran resmi BPI Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 Februari 2024, menandai langkah penting dalam pengelolaan investasi negara. Sebagai sovereign wealth fund (SWF), Danantara ditargetkan mampu mengelola aset hingga lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan dana awal sekitar 20 miliar dolar AS.
Kehadiran Danantara diharapkan dapat menarik investasi asing, meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan sumber daya yang dikelola secara profesional dan strategis, Danantara diproyeksikan menjadi pilar penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Dengan potensi aset yang sangat besar, Danantara memiliki peran krusial dalam mendanai proyek-proyek infrastruktur, riset dan pengembangan teknologi, serta berbagai program strategis lainnya yang mendukung kemajuan Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Telkom, dengan pengalaman dan keahliannya di bidang teknologi dan telekomunikasi, siap menjadi mitra strategis Danantara dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang positif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Telkom, Danantara diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah global. Kehadiran Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan investasi negara, menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.