Tips Jitu Atasi Post Holiday Blues: Kembali ke Rutinitas dengan Nyaman
Psikolog bagikan strategi T.R.A.N.S.I.S.I untuk beradaptasi dari liburan ke rutinitas kerja atau sekolah dengan nyaman dan menyenangkan, atasi post holiday blues.
Psikolog klinis dewasa Teresa Indira Andani, M.Psi., Psikolog dari Universitas Indonesia, membagikan kiat praktis untuk beradaptasi dari masa liburan ke rutinitas kerja atau sekolah. Ia menyarankan strategi yang disebut T.R.A.N.S.I.S.I, yang terdiri dari tujuh langkah mudah untuk transisi yang lebih nyaman dan menyenangkan. Strategi ini menjawab pertanyaan umum mengenai bagaimana mengatasi perasaan lesu setelah liburan dan kembali ke rutinitas harian yang padat.
Menurut Teresa, liburan memberikan dampak psikologis positif dengan meningkatkan tingkat kebahagiaan. Namun, setelah kembali ke rutinitas, kebahagiaan tersebut cenderung menurun drastis, memicu apa yang dikenal sebagai post holiday blues. Kondisi ini merupakan hal yang wajar, namun strategi yang tepat dapat membantu mengurangi dampak negatifnya. Ia menekankan bahwa mengatasi post holiday blues bukan berarti memaksakan diri langsung produktif, melainkan memberikan waktu untuk beradaptasi secara bertahap.
Strategi T.R.A.N.S.I.S.I dirancang untuk membantu proses adaptasi ini. Dengan menerapkan langkah-langkah yang sistematis dan terukur, individu dapat mengurangi stres dan kembali menikmati rutinitas harian mereka. Hal ini penting karena transisi yang buruk dapat berdampak negatif pada produktivitas dan kesejahteraan mental.
Strategi T.R.A.N.S.I.S.I untuk Transisi yang Lancar
Strategi T.R.A.N.S.I.S.I terdiri dari tujuh langkah kunci. Langkah pertama adalah Tidur teratur. Beberapa hari sebelum kembali ke aktivitas, usahakan untuk mengatur pola tidur agar tubuh dapat menyesuaikan diri kembali ke ritme sirkadian. Hal ini akan membantu mengurangi kelelahan dan meningkatkan energi saat kembali bekerja atau sekolah.
Langkah kedua adalah Rencanakan. Mulailah dengan hari pertama yang ringan. Cek email, susun daftar kegiatan, dan prioritaskan tugas-tugas yang paling penting. Jangan memaksakan diri untuk langsung produktif 100 persen. Fokus pada progress, bukan perfeksionisme.
Ketiga, Atur ekspektasi. Sadari bahwa kembali ke mode 'on' membutuhkan waktu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika tidak langsung mencapai produktivitas maksimal. Penerapan strategi ini menekankan pentingnya kesabaran dan pemahaman diri.
Langkah keempat, Nikmati hal kecil. Mulailah hari dengan kegiatan yang menyenangkan, seperti menikmati secangkir kopi atau mendengarkan musik. Hal ini akan membantu melepaskan dopamin, meningkatkan semangat, dan menciptakan suasana hati yang positif.
Kelima, Susun jadwal. Buatlah jadwal aktivitas harian yang bertahap dan realistis. Prioritaskan tugas-tugas yang paling penting dan mendesak. Jadwal yang terstruktur akan membantu menjaga fokus dan produktivitas.
Keenam, Ingat motivasi. Tanyakan pada diri sendiri apa yang membuat Anda menikmati pekerjaan atau sekolah. Apakah itu interaksi dengan teman, kesempatan belajar, atau tujuan jangka panjang? Motivasi internal dapat menjadi pendorong semangat untuk kembali ke rutinitas.
Terakhir, Sisihkan waktu dan Interaksi. Sisihkan waktu untuk perawatan diri, seperti olahraga ringan, meditasi, atau berjalan-jalan di luar ruangan. Berinteraksi dan mengobrol dengan rekan kerja juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Jika gangguan suasana hati berlangsung lebih dari dua minggu, segera konsultasikan dengan ahli.
Kesimpulan
Strategi T.R.A.N.S.I.S.I menawarkan pendekatan holistik untuk mengatasi post holiday blues. Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, individu dapat beradaptasi dengan lebih nyaman dan menyenangkan dari liburan ke rutinitas kerja atau sekolah. Ingatlah bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu dan kesabaran. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional jika dibutuhkan.