1.421 Pemudik Berangkat dari Terminal Pulo Gebang Jelang Lebaran
Sebanyak 1.421 pemudik meninggalkan Terminal Pulo Gebang pada H-1 Lebaran, menandai penurunan signifikan dari puncak arus mudik di H-2.

Pada Minggu, 31 Maret 2025, atau H-1 Lebaran 1446 Hijriah, sebanyak 1.421 pemudik telah berangkat dari Terminal Pulo Gebang, Jakarta, menggunakan 158 unit bus. Data ini dihimpun Pusat Informasi Terminal Terpadu Pulo Gebang antara pukul 00.00 hingga 12.50 WIB. Meskipun jumlah ini signifikan, pantauan ANTARA menunjukkan situasi keberangkatan relatif tidak seramai puncak arus mudik sebelumnya.
Komandan Regu (Danru) Terminal Pulo Gebang, Badman Harahap, menjelaskan bahwa puncak arus mudik sebenarnya terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. "Puncaknya itu H-2 kemarin, (penumpangnya) sampai 6.254 orang, dan bus yang berangkat 554 unit," ungkap Badman. Ia menambahkan bahwa mayoritas pemudik masih menuju Sumatera.
Perbandingan data menunjukkan peningkatan jumlah pemudik tahun ini dibandingkan tahun lalu. Pada H-2 Lebaran 2024, tercatat 4.438 pemudik berangkat dari terminal yang sama dengan 385 unit bus. Lebih lanjut, total pemudik yang berangkat dari Terminal Pulo Gebang dari H-7 hingga H-2 tahun lalu mencapai 26.369 orang, sementara tahun ini periode yang sama meningkat menjadi 28.700 orang. Ini menunjukkan tren peningkatan jumlah pemudik dari tahun ke tahun.
Arus Mudik di Terminal Pulo Gebang: Puncak dan Persiapan
Meskipun H-1 Lebaran menunjukkan angka yang lebih rendah dibandingkan puncak arus mudik, Terminal Pulo Gebang tetap sibuk memfasilitasi keberangkatan para pemudik. Pihak terminal memastikan kelancaran perjalanan dengan melakukan berbagai upaya untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik.
Badman Harahap menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis disediakan bagi para pengemudi bus dan pemudik. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan mudik. Selain itu, ramp check rutin dilakukan pada setiap bus sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi kendaraan layak jalan.
Jika ditemukan bus yang tidak memenuhi syarat, pihak terminal akan meminta perusahaan otobus menyediakan bus pengganti. Hal ini menunjukkan komitmen pihak terminal untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan para pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.
Upaya-upaya tersebut menunjukkan kesiapan Terminal Pulo Gebang dalam menghadapi arus mudik Lebaran. Meskipun puncak arus mudik telah berlalu, pihak terminal tetap siaga dan memastikan pelayanan terbaik bagi para pemudik hingga hari terakhir keberangkatan.
Data Perbandingan Pemudik Terminal Pulo Gebang
- H-1 Lebaran 2025: 1.421 pemudik, 158 bus
- H-2 Lebaran 2025: 6.254 pemudik, 554 bus
- H-2 Lebaran 2024: 4.438 pemudik, 385 bus
- Total Pemudik (H-7 hingga H-2) 2024: 26.369 pemudik
- Total Pemudik (H-7 hingga H-2) 2025: 28.700 pemudik
Data di atas menunjukkan tren peningkatan jumlah pemudik dari tahun ke tahun, serta fluktuasi jumlah pemudik dari puncak arus mudik hingga H-1 Lebaran. Pihak Terminal Pulo Gebang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan para pemudik.
Meskipun jumlah pemudik pada H-1 Lebaran lebih rendah dibandingkan puncaknya, pihak terminal tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keselamatan para pemudik hingga perjalanan mereka berakhir. Upaya pemeriksaan kesehatan dan ramp check secara rutin menunjukkan kesiapan Terminal Pulo Gebang dalam menghadapi arus mudik Lebaran dan memprioritaskan keselamatan pemudik.