158.488 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Lewat Jalan Layang MBZ Jelang Lebaran
Lonjakan signifikan kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang MBZ selama periode mudik Lebaran 2025 mencapai 158.488 kendaraan, meningkat 21,91 persen dari kondisi normal.

Arus mudik Lebaran 2025 telah dimulai, dan peningkatan signifikan volume kendaraan terpantau di sejumlah ruas jalan tol. PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) mencatat data yang mengejutkan: sebanyak 158.488 kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Ruas Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ) sejak H-10 hingga H-6 Idul Fitri 1446 Hijriah. Lonjakan ini terjadi di tengah persiapan masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
GM Operasi dan Pemeliharaan PT JJC, Desti Anggraeni, mengungkapkan bahwa peningkatan ini merupakan dampak langsung dari dimulainya arus mudik. "Terjadi lonjakan volume kendaraan pada periode ini diakibatkan sudah memasuki periode arus mudik Lebaran" ujarnya di Bekasi, Kamis (27/3).
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 21.91 persen dibandingkan lalu lintas normal yang rata-rata mencapai 130.004 kendaraan. Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola jalan tol untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan para pemudik.
Lonjakan Signifikan di H-6
Peningkatan volume kendaraan yang paling signifikan terjadi pada H-6 atau tanggal 25 Maret 2025. Pada hari tersebut, tercatat sebanyak 37.437 kendaraan melintasi Ruas Layang MBZ. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat tajam, mencapai 88.92 persen dibandingkan lalu lintas normal harian, yang biasanya sekitar 19.816 kendaraan.
Lonjakan yang drastis ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk segera mudik ke kampung halaman. Pihak PT JJC pun telah mengantisipasi hal ini dengan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Meskipun peningkatan volume kendaraan menunjukkan peningkatan mobilitas masyarakat, hal ini juga berpotensi menimbulkan kepadatan dan kemacetan. Oleh karena itu, antisipasi dan manajemen lalu lintas yang efektif sangat penting untuk mencegah hal tersebut.
Imbauan Keselamatan dari PT JJC
Menyikapi lonjakan kendaraan yang signifikan ini, PT JJC memberikan imbauan kepada seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan memprioritaskan keselamatan. "PT JJC mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati dan menjaga jarak aman dalam berkendara, mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan," kata Desti.
Selain itu, pengendara juga diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Perencanaan waktu keberangkatan juga sangat penting untuk menghindari kemacetan di jalur mudik. Memilih waktu dan rute perjalanan yang tepat dapat meminimalisir risiko terjebak kemacetan.
Bagi pengendara yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut seputar jalan tol Jasa Marga Group, PT JJC menyediakan layanan One Call Center 24 jam di nomor 14080 dan aplikasi Travoy 4.4 yang dapat diunduh melalui iOS dan Android.
Dengan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan ini, diharapkan seluruh pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan lancar. Persiapan yang matang dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas menjadi kunci utama dalam mewujudkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.