263 Personel Polda Papua Barat Daya Amankan Lebaran 2025
Polda Papua Barat Daya menurunkan 263 personel gabungan TNI-Polri dan ormas dalam Operasi Ketupat Dofior 2025 untuk mengamankan arus mudik Lebaran di Sorong dan sekitarnya.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya mengerahkan sebanyak 263 personel untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Operasi Ketupat Dofior 2025 ini akan berlangsung selama 16 hari, dimulai dari tanggal 26 Maret hingga 8 April 2025, mengamankan arus mudik Lebaran di wilayah hukumnya, khususnya di Kota Sorong.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Haribowo, di Sorong pada Kamis lalu. Beliau menjelaskan bahwa personel yang diterjunkan terdiri dari anggota TNI, Polri, dan unsur organisasi kemasyarakatan. Brigjen Gatot menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Meskipun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua Barat Daya saat ini terpantau kondusif, Kapolda tetap mengimbau kewaspadaan. Beliau menyoroti beberapa titik jalan yang masih dalam perbaikan, yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas. "Tidak ada potensi kerawanan yang membutuhkan penanganan lebih, hanya saja di beberapa titik jalan masih dalam perbaikan, tentunya ini mengandung risiko kecelakaan. Saya minta masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada dalam perjalanan mudik," ujar Brigjen Pol Gatot Haribowo.
Pengamanan Lebaran di 23 Pos
Untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran, Polda Papua Barat Daya akan membangun 23 pos pengamanan yang tersebar di seluruh wilayah hukumnya. Pos-pos tersebut akan terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu. Seluruh pos akan diisi oleh personel gabungan dari TNI, Polri, dan unsur lainnya.
Kapolda menekankan pentingnya koordinasi dan kerja sama antar instansi dalam mengamankan pos-pos tersebut. Dengan sinergi yang baik, diharapkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama mudik Lebaran dapat terjaga dengan optimal. Hal ini menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat Dofior 2025.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli di berbagai titik rawan kecelakaan dan kejahatan. Peningkatan patroli ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama periode mudik Lebaran. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preemtif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Harapan kepada Penyedia Jasa Transportasi
Kapolda Papua Barat Daya juga menyampaikan harapannya kepada penyedia jasa transportasi laut agar menyiapkan perlengkapan pengamanan yang memadai. Hal ini sangat penting untuk mendukung kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran tahun ini. Keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama.
Dengan kesiapan yang matang dari berbagai pihak, baik dari kepolisian, TNI, organisasi kemasyarakatan, dan penyedia jasa transportasi, diharapkan arus mudik Lebaran di Papua Barat Daya dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif. Operasi Ketupat Dofior 2025 berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idul Fitri.
Polda Papua Barat Daya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran. Kerja sama ini akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi pemudik.
Dengan berbagai persiapan dan langkah antisipatif yang telah dilakukan, diharapkan perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Papua Barat Daya dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta masyarakat dapat merayakannya dengan penuh khidmat dan rasa aman.