50 Personel Dishub Kotim Amankan Arus Mudik Lebaran 2025
Dishub Kotim kerahkan 50 personel untuk membantu pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di sejumlah titik, termasuk Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit.

Sebanyak 50 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diterjunkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2025. Pengamanan ini melibatkan setengah dari total personel Dishub Kotim yang berjumlah 103 orang. Operasi pengamanan ini dikoordinasikan dengan Polres Kotim yang menjalankan Operasi Ketupat Telabang 2025.
Penempatan personel Dishub Kotim difokuskan pada sejumlah titik strategis, terutama di sarana transportasi umum seperti Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit. Mereka bergabung dengan tim terpadu dari berbagai instansi di pos pengamanan dan pelayanan. "Personel kami itu ada 103 orang. Yang diturunkan membantu itu separuhnya, jadi sekitar 50 orang," jelas Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kotawaringin Timur, Rody Kamislam, di Sampit, Senin.
Dishub Kotim juga mendirikan posko khusus di Terminal Patih Rumbih, Jalan MT Haryono, untuk mengawasi arus mudik dan balik. Pihak Dishub menyatakan kesiapan untuk menambah personel jika diperlukan. "Kalau nantinya eskalasi di lapangan memerlukan tambahan personel, tentu kami siap menurunkan personel tambahan sesuai kebutuhan. Untuk sementara yang diturunkan adalah separuh kekuatan personel kami dulu," tambah Rody.
Pengamanan Lebaran di Kotim: Fokus pada Sarana Transportasi Umum
Prioritas pengamanan difokuskan pada titik-titik keramaian dan pusat transportasi umum. Personel Dishub berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya dalam tim terpadu. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kotim.
Koordinasi yang solid antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Dengan adanya posko terpadu, diharapkan penanganan berbagai potensi masalah dapat dilakukan secara cepat dan efisien. Kerja sama ini menunjukan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Selain itu, pengawasan ketat di terminal bus utama juga menjadi fokus utama. Hal ini untuk mencegah potensi kepadatan dan masalah keamanan selama periode puncak arus mudik dan balik.
Objek Wisata dan Pengaturan Lalu Lintas
Meskipun pengamanan objek wisata menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dishub Kotim menyatakan kesiapan membantu, terutama dalam hal pengaturan lalu lintas. Pantai Ujung Pandaran, yang berjarak sekitar 90 kilometer dari Sampit, menjadi objek wisata yang paling ramai dikunjungi saat Lebaran dan berpotensi menimbulkan kemacetan.
Dishub Kotim akan merespon permintaan bantuan dari instansi terkait. "Nanti biasanya mereka ada koordinasi dan bersurat. Intinya kita bergerak atas dasar permintaan dan kalau memang membutuhkan personel Dishub hadir di sana maka kita juga siap membantu," tegas Rody Kamislam.
Dengan adanya antisipasi dan koordinasi yang baik antara berbagai instansi terkait, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kotim dapat berjalan lancar dan aman.
Kesimpulan: Dishub Kotim berperan aktif dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dengan mengerahkan 50 personel yang tersebar di berbagai titik strategis. Koordinasi yang baik dengan instansi lain menjadi kunci keberhasilan operasi ini.