Airlangga: RI-AS Perkuat Diplomasi di Era Trump, Dorong Kerja Sama Ekonomi Bersih
Menko Airlangga Hartarto tegaskan penguatan hubungan diplomatik Indonesia-AS di era Trump, fokus pada kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, dan keamanan, serta dorongan kerja sama ekonomi bersih.

Jakarta, 4 April 2023 (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terus memperkuat hubungan diplomatik yang komprehensif selama kepemimpinan Presiden Donald Trump. Hal ini disampaikan dalam konferensi video dengan Anggota Kongres AS dari Partai Republik, Carol Miller. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kerja sama bilateral yang strategis bagi kedua negara.
Dalam konferensi tersebut, Menko Airlangga menyoroti peran penting Indonesia dalam tatanan kawasan Indo-Pasifik dan peran strategisnya di berbagai forum multilateral seperti ASEAN, G20, dan APEC. Indonesia, menurut Airlangga, memiliki posisi yang sangat strategis untuk mendorong kerja sama ekonomi dan keamanan regional. Beliau menekankan pentingnya hubungan bilateral yang baik ini untuk kemajuan bersama.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama ekonomi yang telah terjalin, khususnya dalam perdagangan komoditas pangan. "Indonesia sangat mengapresiasi hubungan bilateral yang baik dengan Amerika Serikat, baik dalam kerja sama ekonomi maupun bentuk lainnya. Untuk mendukung ketahanan pangan domestik, kami berharap bahwa kerja sama perdagangan pada komoditas pangan esensial seperti kacang kedelai dan gandum dapat diteruskan," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Keamanan
Congresswoman Miller merespon pernyataan Menko Airlangga dengan menekankan fokus AS pada tiga aspek prioritas dalam hubungan dengan Indonesia di masa pemerintahan Trump: kerja sama, stabilitas kawasan, dan keamanan. Hal ini menunjukkan komitmen AS untuk memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
"Good trading partners makes good friends, kami mengapresiasi peran penting Indonesia dalam kawasan Indo-Pasifik dan ASEAN, serta akan terus menjalin hubungan diplomatik secara bilateral yang baik dengan Indonesia," ujar Congresswoman Miller. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya hubungan dagang yang baik sebagai fondasi persahabatan dan kerja sama yang kuat.
Selain kerja sama perdagangan di sektor pangan, kedua pihak juga membahas potensi kerja sama di bidang ekonomi bersih. Indonesia mengusulkan perluasan kerja sama pada sektor carbon capture and storage (CCS) dan mineral kritis. Hal ini sejalan dengan komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa kerja sama strategis dengan AS di sektor ekonomi bersih dan rantai pasok mineral kritis akan sangat menguntungkan Indonesia. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
Potensi Kerja Sama di Sektor Ekonomi Bersih
Kerja sama di bidang ekonomi bersih, khususnya CCS dan pengelolaan mineral kritis, menawarkan peluang besar bagi Indonesia dan AS. Teknologi CCS dapat membantu Indonesia mengurangi emisi karbon dari sektor energi, sementara kerja sama pada mineral kritis akan memastikan akses Indonesia terhadap sumber daya penting untuk transisi energi.
Kemitraan ini juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global untuk mineral kritis, yang sangat penting untuk berbagai teknologi hijau. Hal ini akan memberikan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia dan memperkuat daya saingnya di pasar internasional.
Dengan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi bersih, Indonesia dan AS dapat bersama-sama berkontribusi pada upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan memastikan transisi energi yang adil dan berkelanjutan. Ini merupakan contoh nyata dari kerja sama yang saling menguntungkan dan berdampak positif bagi kedua negara.
Kesimpulannya, pertemuan antara Menko Airlangga dan Congresswoman Miller menunjukkan komitmen kuat Indonesia dan AS untuk memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Fokus pada kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, dan keamanan, serta eksplorasi kerja sama di sektor ekonomi bersih menandai babak baru dalam kemitraan strategis kedua negara.