Antusiasme Warga Padati Open House Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta
Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya antusias menghadiri acara silaturahmi atau open house di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, yang dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai keluhan.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menggelar acara silaturahmi atau open house di Rumah Dinas Gubernur di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 31 Maret 2024, pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Ribuan warga Jakarta dan sekitarnya dengan antusias mendatangi acara tersebut untuk bersilaturahmi dan menyampaikan berbagai keluhan langsung kepada pemimpin mereka. Acara ini menjadi momen berharga bagi warga untuk berinteraksi langsung dengan Gubernur dan menyampaikan aspirasi mereka.
Antusiasme warga terlihat dari panjangnya antrean yang mengular sejak acara dimulai. Berbagai kalangan masyarakat, dari tua hingga muda, hadir dalam acara tersebut. Momen open house ini tidak hanya sekadar bersalaman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi di Jakarta, mulai dari masalah infrastruktur hingga permasalahan sosial.
Kehadiran Gubernur Pramono Anung Wibowo dalam acara ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka secara langsung. Hal ini menunjukkan komitmen Gubernur untuk membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Respon positif dari warga terhadap acara ini menandakan pentingnya keterbukaan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Warga Sampaikan Berbagai Keluhan
Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan keluhan mereka kepada Gubernur. Salah satu warga yang menarik perhatian adalah Upi (49), seorang warga disabilitas yang mengeluhkan masalah dengan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) miliknya. "Bapak cuma nanya, ‘masa’ katanya, iya Pak, bener Pak. Waktu itu sebelum dibilang cair, kan infonya biasanya di Instagram, itu masih masuk penetapan penerima, tunggu saja gitu. Pas sudah cair, ternyata nggak ada. Aku cek lagi, bukan penerima," ungkap Upi menceritakan pengalamannya.
Keluhan Upi ini menjadi contoh bagaimana open house ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi. Kehadiran Gubernur secara langsung memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan respon dan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses langsung antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan.
Selain keluhan mengenai KPDJ, berbagai permasalahan lain juga disampaikan warga kepada Gubernur. Mulai dari masalah infrastruktur jalan yang rusak, hingga permasalahan pelayanan publik lainnya. Acara ini menjadi bukti nyata bahwa Gubernur DKI Jakarta berkomitmen untuk mendengarkan dan merespon aspirasi masyarakat.
Gubernur Pramono Anung Wibowo: Terenyuh dengan Antusiasme Warga
Gubernur Pramono Anung Wibowo sendiri mengaku terkejut dan terenyuh dengan antusiasme warga yang sangat tinggi. "Saya terenyuh itu banyak warga di luar Jakarta. Ya, saya bukan bermaksud apa-apa, saya tanya darimana, banyak yang dari Bogor, Tangerang dan sebagainya," ujar Pramono. Hal ini menunjukkan bahwa acara open house ini tidak hanya diikuti oleh warga Jakarta saja, tetapi juga warga dari daerah penyangga Jakarta.
Pramono juga menyampaikan harapannya agar di momen Lebaran ini tidak ada tindakan diskriminatif terhadap warga luar Jakarta. "Karena saya memang betul-betul menginginkan Jakarta lebih ramah, lebih enak bagi siapapun yang ingin ke Jakarta," tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Gubernur untuk menciptakan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi semua orang.
Apresiasi yang tinggi diberikan Gubernur kepada seluruh warga yang hadir dan menyampaikan aspirasi. Beliau berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap keluhan dan masukan yang telah disampaikan. Acara open house ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
Open house di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk selalu dekat dengan rakyat. Dengan adanya kesempatan untuk berinteraksi langsung, diharapkan dapat tercipta sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jakarta yang lebih baik.