Arus Balik Pantura Cirebon Melonjak Tajam H+3 Lebaran, Capai 3.000 Kendaraan per Jam
Lonjakan arus balik kendaraan di jalur Pantura Cirebon pada H+3 Lebaran 2025 mencapai 2.000-3.000 unit per jam, memaksa kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Kepadatan arus balik Lebaran 2025 di jalur Pantura Cirebon meningkat signifikan pada H+3. Polres Cirebon Kota mencatat lonjakan kendaraan menuju Jakarta mencapai 2.000-3.000 unit per jam. Peningkatan ini terjadi sejak dua hari terakhir dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Senin, 7 April 2025.
Kepala Polres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menyatakan peningkatan arus kendaraan hampir 30 persen dibandingkan hari sebelumnya. "Kalau kita lihat hari ini sangat padat dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta. Prediksi puncak arus milir kemungkinan besar terjadi pada 7 April 2025," ujar AKBP Eko Iskandar dalam keterangannya di Cirebon, Jumat (4/4).
Data dari Dinas Perhubungan Kota Cirebon menunjukkan volume kendaraan yang telah melintas jalur Pantura sejak Selasa hingga Jumat petang mencapai sekitar 140 ribu unit, sementara selama arus mudik tercatat 744.753 kendaraan.
Rekayasa Lalu Lintas Antisipasi Kemacetan
Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, pihak kepolisian menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas. Beberapa perempatan yang menjadi titik rawan kemacetan, seperti Perempatan Pemuda, Kanggraksan, dan Terminal Harjamukti, dilakukan penutupan sementara untuk kendaraan dari arah samping. Prioritas diberikan kepada kendaraan dari arah timur yang menuju Jakarta agar arus lalu lintas tetap lancar.
AKBP Eko Iskandar menjelaskan, "Beberapa perempatan kita lakukan penutupan sementara untuk kendaraan dari arah samping. Kendaraan dari arah timur menuju Jakarta kita prioritaskan agar tetap mengalir." Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran arus balik Lebaran.
Selain rekayasa lalu lintas lokal, Polres Cirebon Kota juga mempertimbangkan pengalihan arus ke jalur alternatif melalui wilayah utara Indramayu jika terjadi kepadatan ekstrem. Namun, hingga saat ini, situasi masih dapat diatasi dengan pengaturan di lapangan oleh petugas kepolisian.
Pemantauan Intensif dan Fleksibilitas Pengaturan Arus
Kepolisian Resor Cirebon Kota berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan intensif dan menerapkan fleksibilitas dalam pengaturan arus lalu lintas. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya. Petugas di lapangan bekerja keras untuk mengatasi kepadatan dan mengoptimalkan pengaturan lalu lintas.
Pihak kepolisian menekankan pentingnya kerjasama dan kesabaran dari para pemudik dalam menghadapi kepadatan lalu lintas. Diharapkan para pemudik dapat mematuhi arahan petugas dan mengikuti rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan untuk menghindari kemacetan yang lebih parah.
Dengan adanya peningkatan arus balik yang signifikan ini, diharapkan para pemudik dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengatur waktu perjalanan agar tetap aman dan nyaman sampai tujuan.
Data traffic count yang akurat dan responsif dari pihak berwenang sangat penting dalam mengelola arus lalu lintas dan meminimalisir dampak negatif dari kepadatan kendaraan.
Kesimpulan
Lonjakan arus balik di jalur Pantura Cirebon pada H+3 Lebaran 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian. Namun, dengan penerapan rekayasa lalu lintas dan pemantauan intensif, diharapkan kepadatan dapat terurai dan pemudik dapat kembali ke tujuan dengan selamat.