One Way Tol Cipali Picu Kemacetan di Jalur Arteri Cirebon, Polisi Terapkan Skala Prioritas
Kepolisian Resor Cirebon Kota menerapkan skala prioritas pengaturan lalu lintas di jalur arteri akibat lonjakan kendaraan dari sistem satu arah di Tol Cipali, yang menyebabkan kemacetan signifikan di jalur Pantura.

Kepadatan lalu lintas terjadi di jalur arteri Cirebon menyusul diberlakukannya sistem satu arah (one way) di Tol Cipali, dari arah Kanci menuju Jakarta. Hal ini menyebabkan lonjakan kendaraan yang signifikan di jalur alternatif, terutama di sepanjang Pantura. Polisi pun langsung bertindak cepat untuk mengurai kemacetan yang berpotensi semakin parah.
Kepala Polres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan terjadi dari dua arah. Arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Jakarta meningkat, ditambah dengan kendaraan yang keluar dari Tol Cipali dan menggunakan jalur arteri sebagai alternatif. "Pasti saja berdampak ke jalan arteri, sehingga terjadi kepadatan," ujar AKBP Eko Iskandar.
Kemacetan paling terasa terjadi di titik-titik pertemuan arus padat, seperti di sepanjang jalur Kalijaga hingga Kedawung. Situasi ini memaksa pihak kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas dengan skala prioritas, bahkan melakukan penutupan sementara di sejumlah persimpangan, seperti di kawasan Kanggraksan dan Jalan Pemuda, untuk mengoptimalkan kelancaran arus kendaraan.
Penutupan Situasional dan Plan B Antisipasi Kemacetan
AKBP Eko Iskandar menambahkan bahwa strategi penutupan jalan dilakukan secara situasional. Kepolisian memprioritaskan kelancaran arus kendaraan baik dari arah barat ke timur maupun sebaliknya. Pihaknya juga telah menyiapkan rencana cadangan (plan B) untuk mengantisipasi jika kondisi lalu lintas semakin padat dan tak terkendali. "Ini sifatnya situasional. Kami prioritaskan dari arah barat ke timur maupun sebaliknya," jelasnya.
Lonjakan volume kendaraan diprediksi akan terus terjadi hingga tanggal 7 April 2025, yang merupakan puncak arus mudik Lebaran 2025. Polisi memperkirakan peningkatan volume kendaraan hingga 30 persen dibandingkan hari sebelumnya. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian dalam mengatur lalu lintas dan meminimalisir kemacetan.
Berdasarkan pantauan ANTARA di Jalur Pantura Kota Cirebon pada Jumat malam pukul 22.10 WIB, kepadatan lalu lintas di ruas arteri memang semakin terasa. Kendaraan masih dapat melaju, namun dengan kecepatan yang cukup rendah akibat kepadatan tersebut. Situasi ini menuntut kesabaran dan kewaspadaan bagi para pengendara yang melintasi jalur tersebut.
Antisipasi Kemacetan di Jalur Arteri Cirebon
- Penerapan skala prioritas dalam pengaturan lalu lintas.
- Penutupan sementara di sejumlah persimpangan secara situasional.
- Penyiapan rencana cadangan (plan B) untuk mengurai kemacetan.
- Pemantauan intensif kondisi lalu lintas di jalur arteri.
Kepolisian Resor Cirebon Kota terus berupaya maksimal dalam mengantisipasi dan mengatasi kemacetan di jalur arteri Cirebon. Diharapkan dengan strategi yang diterapkan, arus lalu lintas dapat terurai dengan lancar dan para pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan nyaman. Situasi ini juga menjadi pengingat pentingnya antisipasi dan perencanaan perjalanan yang matang bagi para pemudik.