Banjir Bandang Donggala: Dua Sekolah di Banawa Rusak Parah
Banjir bandang di Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan kerusakan parah pada dua sekolah, SDN 9 dan SMK Negeri 2, serta puluhan rumah warga.

Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Kamis, 3 April 2024, telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas umum dan rumah warga. Dua sekolah menjadi korban terdampak paling parah, yaitu SDN 9 dan SMK Negeri 2 Banawa. Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, langsung meninjau lokasi bencana dan memerintahkan penanganan segera.
Berdasarkan laporan yang diterima, banjir disebabkan oleh debit air yang sangat deras dan sistem saluran air yang tidak memadai di wilayah tersebut. Akibatnya, air meluap dan menggenangi area sekolah serta permukiman warga. Bupati Vera Elena Laruni menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini.
Kejadian ini menimbulkan kerugian material yang cukup besar, khususnya bagi SDN 9 dan SMK Negeri 2 Banawa. Kerusakan yang terjadi bukan hanya pada infrastruktur sekolah, tetapi juga berdampak pada proses belajar mengajar siswa.
Kerusakan SDN 9 dan SMK Negeri 2 Banawa
SDN 9 Banawa mengalami kerusakan yang cukup parah. Beberapa fasilitas sekolah seperti meja, kursi, pintu, jendela, dan papan tulis rusak. Lebih memprihatinkan lagi, dua ruang kelas hancur dan dipenuhi lumpur. Bahkan, dinding dua ruang kelas mengalami kerusakan dan jebol sehingga lumpur masuk ke dalam kelas. Kondisi ini tentu sangat menghambat kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
Sementara itu, SMK Negeri 2 Banawa mengalami kerusakan pada pagar sekolah. Laporan yang diterima Bupati menyebutkan bahwa tembok sekolah roboh sepanjang 16 meter. Beruntungnya, material lumpur tidak sampai masuk ke dalam ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 2 Banawa masih dapat berlangsung.
Bupati Vera Elena Laruni telah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala untuk segera melakukan penanganan terhadap kerusakan di kedua sekolah tersebut. Perbaikan sekolah direncanakan akan dilakukan setelah libur Lebaran Idul Fitri.
Dampak Banjir terhadap Warga
Selain kerusakan pada dua sekolah, banjir bandang di Kecamatan Banawa juga berdampak pada 55 rumah warga di empat kelurahan, yaitu Kabonga Kecil, Kabonga Besar, Maleni, dan Tanjung Batu. Sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) dengan total 126 jiwa terdampak akibat bencana ini. BPBD Donggala telah mencatat dan mendata seluruh warga yang terdampak.
Pemerintah Kabupaten Donggala saat ini tengah fokus pada penanganan kawasan sungai untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Normalisasi sungai di Kecamatan Banawa menjadi prioritas utama. Bupati Vera Elena Laruni menekankan pentingnya perbaikan sistem drainase untuk mengantisipasi banjir di masa mendatang.
Perbaikan infrastruktur sekolah dan rumah warga yang rusak akibat banjir bandang akan dilakukan setelah libur Lebaran Idul Fitri. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu warga terdampak dan memastikan proses belajar mengajar di kedua sekolah dapat kembali normal secepatnya.
Langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah meliputi:
- Normalisasi sungai di Kecamatan Banawa
- Perbaikan sistem drainase
- Perbaikan fasilitas di SDN 9 Banawa
- Perbaikan pagar SMK Negeri 2 Banawa
- Bantuan kepada warga terdampak
Semoga dengan langkah-langkah tersebut, dampak buruk dari banjir bandang di Kecamatan Banawa dapat diminimalisir dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.