Banjir Bandang Donggala: 55 Rumah di Banawa Terdampak, Warga Butuh Bantuan Air Bersih
Banjir bandang menerjang Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, menyebabkan 55 rumah terdampak dan 126 jiwa terimbas; pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai.

Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Rabu, 2 Februari 2024, telah mengakibatkan 55 rumah warga terdampak. Bencana ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut, menyebabkan sungai-sungai di beberapa kelurahan meluap dan membawa material lumpur. Akibatnya, 126 jiwa dari 56 kepala keluarga terdampak, dengan tujuh kepala keluarga di Kelurahan Tanjung Batu bahkan harus mengungsi ke rumah kerabat.
Kepala BPBD Donggala, Abd Muin, menyatakan bahwa empat kelurahan terdampak banjir, yaitu Kabonga Kecil, Kabonga Besar, Maleni, dan Tanjung Batu. Banjir ini tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga beberapa fasilitas umum, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabelota dan empat petak indekos. Rincian rumah yang terdampak adalah 19 rumah di Kabonga Besar, 8 rumah di Kabonga Kecil, 8 rumah di Maleni, dan 20 rumah di Tanjung Batu.
Peristiwa ini menimbulkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang terdampak, terutama air bersih untuk membersihkan rumah dari lumpur, memasak, dan mencuci. Selain itu, dibutuhkan alat berat untuk normalisasi sungai dan pembuatan bronjong guna mencegah banjir susulan. Pemerintah daerah pun telah merespon cepat dengan langkah-langkah penanganan pasca bencana.
Tanggapan Pemerintah dan Upaya Penanganan
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan normalisasi Sungai Maleni di Banawa. "Hari ini saya membawa tim teknis perencanaan dari Dinas PU Donggala untuk segera mengerjakan normalisasi Sungai Maleni kilometer 3 dan beberapa titik yang penting untuk dilakukan perbaikan," kata Bupati Vera. Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya banjir susulan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pemerintah daerah menyadari pentingnya memberikan kepastian dan rasa aman kepada masyarakat dari ancaman banjir susulan. "Tentunya saya ingin memastikan bahwa warga bisa lebih tenang dan nyaman dari ancaman luapan air sungai" ujar Bupati Vera, menekankan komitmen pemerintah dalam menangani bencana ini dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Selain normalisasi sungai, upaya lain yang dilakukan pemerintah daerah untuk membantu para korban banjir diantaranya adalah menyalurkan bantuan air bersih dan kebutuhan pokok lainnya. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan.
Kondisi Terkini dan Kebutuhan Masyarakat
Saat ini, kebutuhan mendesak masyarakat di Kecamatan Banawa meliputi:
- Air bersih untuk membersihkan rumah, memasak, dan mencuci.
- Alat berat untuk normalisasi sungai dan pembuatan bronjong.
- Bantuan kebutuhan pokok lainnya.
Kondisi di lapangan masih terus dipantau oleh BPBD Donggala dan pemerintah daerah. Upaya penanganan bencana terus dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Semoga dengan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah daerah, masyarakat Kecamatan Banawa dapat segera pulih dari dampak banjir bandang ini dan kehidupan dapat kembali normal.