PMI Morowali Utara Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Petasia Timur
PMI Morowali Utara bersama Pemkab setempat bahu-membahu menyalurkan bantuan logistik kepada 119 jiwa korban banjir di Desa Bunta dan Tomoita, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara.

Banjir yang melanda Desa Bunta dan Desa Tomoita, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Senin, 24 Maret 2024, telah mengakibatkan 119 jiwa dari 44 kepala keluarga mengungsi. Bencana hidrometeorologi ini disebabkan oleh hujan deras yang mengakibatkan sungai meluap dan merendam permukiman warga. PMI Morowali Utara, dibantu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, bergerak cepat memberikan bantuan logistik kepada para korban.
Ketua PMI Morowali Utara, Febriyanti Hongkiriwang, menyatakan komitmen lembaganya untuk membantu warga yang terdampak. "Kami memiliki tanggung jawab membantu warga terdampak banjir supaya mereka lebih kuat menghadapi musibah bencana alam" ujarnya dalam keterangan tertulis. Bantuan logistik yang disalurkan meliputi kebutuhan sandang dan pangan yang sangat dibutuhkan para pengungsi di tengah suasana Idul Fitri.
Penanganan banjir di Morowali Utara dilakukan secara terpadu. Kerja sama antara PMI, Pemkab Morowali Utara, dan BNPB memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan cepat. Hal ini penting mengingat banjir di Desa Bunta dan Tomoita merupakan kejadian yang berulang, sehingga diperlukan antisipasi dini dan manajemen penanggulangan bencana yang terorganisir.
Penanganan Cepat dan Terpadu untuk Korban Banjir
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), telah mencatat jumlah pengungsi secara rinci. Sebanyak 32 KK (83 jiwa) mengungsi di Balai Desa Bunta, 5 KK (15 jiwa) di Balai Dusun Desa Bunta, dan 7 KK (21 jiwa) di Balai Desa Tomoira. Bantuan dari BNPB berupa paket kebutuhan sandang dan pangan telah disalurkan pada Selasa, 1 April 2024.
Kepala BPBD Morowali Utara, Delfia Parenta, menjelaskan bahwa antisipasi dan manajemen penanggulangan bencana telah disiapkan dengan rapi. "Antisipasinya sudah disiapkan, manajemennya sudah teratur rapi, sehingga saat kejadian, penanganan korban bisa segera dilakukan pada kesempatan pertama," kata Febriyanti Hongkiriwang yang juga anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah.
Sistem penanganan yang terorganisir ini memungkinkan penyaluran bantuan kepada korban banjir dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Kerja sama yang baik antara berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan dalam meringankan beban para pengungsi.
Langkah Antisipasi Banjir di Masa Mendatang
Banjir di Desa Bunta dan Tomoita merupakan peristiwa yang berulang. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Hal ini mencakup peningkatan infrastruktur, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), dan edukasi kepada masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana.
PMI Morowali Utara menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan adanya antisipasi dan manajemen bencana yang baik, diharapkan dampak negatif dari bencana banjir dapat diminimalisir. Partisipasi aktif masyarakat juga sangat penting dalam upaya mitigasi bencana.
Selain bantuan langsung, edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang mitigasi bencana juga perlu ditingkatkan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.
Kejadian banjir ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam. Kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat sangat krusial dalam penanggulangan bencana dan upaya mitigasi di masa depan.
Meskipun terjadi bencana banjir, semangat kebersamaan dan kepedulian tetap terjaga, terutama di tengah suasana Idul Fitri. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban dan memberikan semangat untuk bangkit kembali.