Satbrimob Polda Sulteng Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Korompeeli
Banjir bandang melanda Desa Korompeeli, Morowali Utara akibat luapan Sungai Tambalako; Satbrimob Polda Sulteng lakukan evakuasi warga dan bantuan.

Banjir besar kembali menerjang Desa Korompeeli, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah pada Rabu, 2 April 2024. Akibat meluapnya Sungai Tambalako karena hujan deras, ratusan warga terpaksa mengungsi. Satuan Brimob (Satbrimob) Polda Sulawesi Tengah langsung bergerak cepat untuk membantu evakuasi warga dan memberikan bantuan.
"Kami langsung bergerak setelah mendapat laporan. Fokus utama kami adalah membantu warga yang terdampak, terutama dalam evakuasi ke tempat yang lebih aman," jelas Komandan Satbrimob Polda Sulteng, Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, di Palu.
Bencana alam ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan kerja sama antar instansi dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Evakuasi Warga dan Penyelamatan Barang
Sebanyak 12 personel dari Kompi I Batalyon C Pelopor Polda Sulteng dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Mereka tidak hanya membantu warga menyelamatkan diri, tetapi juga membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang terdampak banjir.
Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan maksimal. "Kami telah mengerahkan personel untuk membantu evakuasi dan akan terus memantau perkembangan di lapangan," ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan dari masyarakat setempat. Kerja sama antara aparat keamanan dan warga menjadi kunci keberhasilan evakuasi warga yang terdampak banjir.
Dampak Banjir dan Potensi Perkembangan
Banjir di Desa Korompeeli tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menyebabkan akses jalan terputus. Kondisi ini semakin mempersulit upaya evakuasi dan penyaluran bantuan.
Kombes Pol Kurniawan mengungkapkan kekhawatirannya jika hujan terus berlanjut. "Jika hujan terus berlanjut, diperkirakan debit air Sungai Tambalako akan terus meningkat dan berpotensi memperluas area terdampak banjir," katanya.
Pihaknya terus berupaya memastikan keselamatan warga dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika curah hujan tinggi masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan Satbrimob Polda Sulteng dalam menghadapi potensi bencana susulan.
Upaya Penanganan dan Antisipasi Ke Depan
Satbrimob Polda Sulteng berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan warga terdampak. Selain evakuasi, bantuan juga difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan menghadapi bencana alam di wilayah rawan banjir. Pentingnya koordinasi antar lembaga dan partisipasi aktif masyarakat dalam menghadapi bencana alam juga menjadi sorotan.
Satbrimob Polda Sulteng menekankan pentingnya antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang. Mereka akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana.
Semoga dengan adanya bantuan dan evakuasi yang dilakukan oleh Satbrimob Polda Sulteng, warga Desa Korompeeli dapat segera mendapatkan bantuan dan kembali pulih dari dampak bencana banjir ini.