Banjir Morut: Bupati Pastikan Korban Dapat Pelayanan Tanggap Darurat Optimal
Bupati Morowali Utara menjamin pelayanan optimal untuk korban banjir di Desa Bunta dan sekitarnya, dengan kebutuhan dasar terpenuhi termasuk akses kesehatan dan air bersih.

Banjir yang melanda Desa Bunta dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Petasia Timur dan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah pada Senin, 24 Maret 2023, telah mengakibatkan ratusan kepala keluarga mengungsi dan menderita kerugian materiil. Bupati Morut, Delis J Hehi, langsung turun ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan korban mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Bencana alam ini terjadi akibat hujan deras yang menyebabkan sungai meluap dan merendam pemukiman warga. Akibatnya, ratusan jiwa terpaksa mengungsi dan kehilangan harta benda. Pemerintah daerah Morut, bersama Palang Merah Indonesia (PMI), bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan pelayanan kepada para korban yang terdampak.
Delis J Hehi menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para korban. "Korban terdampak banjir harus mendapat pelayanan kedaruratan, terutama sandang dan pangan," tegas Bupati dalam keterangan tertulisnya. Ia juga memastikan akses kesehatan dan ketersediaan air bersih terpenuhi untuk para pengungsi.
Penanganan Darurat Banjir Morowali Utara
Ketua PMI Morowali Utara, Febriyanthi Hongkiriwang, menjelaskan bahwa banjir di Morut merupakan kejadian tahunan yang telah diantisipasi. "Banjir ini selalu muncul setiap tahun. Jadi antisipasinya sudah disiapkan, manajemennya sudah teratur rapih sehingga saat kejadian, penanganan korban bisa segera dilakukan pada kesempatan pertama," ujarnya. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan PMI dalam menghadapi bencana.
Berkat antisipasi dan manajemen bencana yang baik, penanggulangan darurat dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Bantuan logistik, medis, dan evakuasi segera disalurkan kepada para korban yang membutuhkan. Kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan PMI menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir ini.
Meskipun antisipasi telah dilakukan, dampak banjir tetap signifikan. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Morut, total jumlah korban terdampak mencapai ribuan jiwa tersebar di beberapa desa. Di Desa Bunta sendiri, tercatat 30 KK atau 100 jiwa terdampak, sementara di Desa Tompira, angka tersebut mencapai 205 KK atau 775 jiwa.
Jumlah Korban dan Kerusakan Infrastruktur
Data BPBD Morut mencatat angka yang cukup besar. Di Desa Ulu Laa, 160 KK (490 jiwa) terdampak, Desa Togo Mulyo 281 KK (940 jiwa), Desa Sampalowo 86 KK (313 jiwa), dan Desa Moleono 113 KK (313 jiwa) dengan tambahan satu bangunan masjid dan sekolah yang terdampak. Total keseluruhan korban yang terdampak banjir di Morut mencapai ribuan jiwa.
Selain kerugian materiil, banjir juga menyebabkan sejumlah warga mengungsi. Di Desa Bunta, 11 KK (36 jiwa) mengungsi, sementara di Desa Tompira, terdapat 5 jiwa yang mengungsi. Pemerintah daerah dan PMI terus memantau situasi dan memberikan bantuan kepada para pengungsi.
Angka-angka tersebut menggambarkan besarnya dampak banjir di Morowali Utara. Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, PMI, dan relawan lainnya sangat krusial dalam membantu para korban dan memulihkan kondisi pascabanjir.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah cepat dalam penanganan korban banjir. Komitmen Bupati Morut untuk memastikan pelayanan tanggap darurat yang optimal menjadi jaminan bagi para korban untuk mendapatkan bantuan yang dibutuhkan dan pemulihan pascabencana.