BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Simeulue hingga 30 Maret
BMKG Aceh memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan selatan Simeulue dan beberapa wilayah perairan Aceh lainnya hingga 30 Maret 2025, membahayakan keselamatan pelayaran.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang membahayakan keselamatan pelayaran di perairan Aceh. Peringatan ini disampaikan menyusul prediksi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter yang berpotensi terjadi di perairan selatan Simeulue hingga tanggal 30 Maret 2025. Peringatan ini disampaikan oleh Prakirawan BMKG Khairul Akbar di Banda Aceh pada Kamis, 27 Maret 2025.
Menurut Khairul Akbar, gelombang setinggi itu sangat membahayakan, khususnya bagi kapal-kapal kecil seperti perahu nelayan dan kapal tongkang. Tinggi gelombang yang mencapai empat meter di perairan selatan Simeulue, misalnya, berpotensi menimbulkan risiko besar bagi keselamatan nelayan dan awak kapal tongkang. Begitupun dengan kapal feri yang juga terancam keselamatannya jika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BMKG memberikan rincian lebih lanjut mengenai potensi bahaya gelombang tinggi ini. Perahu nelayan, misalnya, sudah berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini.
Waspada Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Aceh
Peringatan gelombang tinggi tidak hanya disampaikan untuk perairan selatan Simeulue. BMKG juga memprediksi gelombang tinggi sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Aceh lainnya. Wilayah-wilayah tersebut meliputi perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak, perairan Sabang-Banda Aceh, dan perairan Aceh Barat Daya-Simeulue. Ketinggian gelombang di perairan ini juga berisiko bagi perahu nelayan dan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 15-16 knot.
Prakirawan BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan bagi para nelayan dan operator kapal di wilayah-wilayah tersebut. Mereka diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG sebelum melaut dan untuk selalu mengutamakan keselamatan. Informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang dapat diakses melalui berbagai saluran resmi BMKG, baik melalui website maupun aplikasi.
"Berisiko bagi kapal feri apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," kata Khairul Akbar. Ia juga menambahkan, "Perahu nelayan sangat berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, Begitu pula kapal tongkang berisiko apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter." Pernyataan ini menegaskan kembali pentingnya memperhatikan peringatan dini dari BMKG.
Secara umum, BMKG menjelaskan bahwa tinggi gelombang di perairan Aceh berada pada kategori sedang, yaitu 1,25 hingga 2,5 meter, dengan kecepatan angin maksimum 25 knot. Pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari arah barat hingga timur laut.
Imbauan Keselamatan Bagi Nelayan dan Pelayaran
BMKG mengimbau seluruh nelayan dan operator kapal untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini sebelum melakukan aktivitas di laut. Penting untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca dan gelombang sebelum berangkat melaut untuk meminimalisir risiko kecelakaan. Informasi ini dapat diakses melalui berbagai platform resmi BMKG.
Selain itu, BMKG juga menyarankan agar nelayan dan operator kapal mempersiapkan peralatan keselamatan yang memadai dan memastikan kondisi kapal dalam keadaan baik sebelum melaut. Hal ini sangat penting untuk memastikan keselamatan jiwa dan harta benda selama beraktivitas di laut.
Dengan memperhatikan peringatan dini dan mengikuti imbauan keselamatan dari BMKG, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi hingga 30 Maret 2025. Keselamatan nelayan dan pelayaran di perairan Aceh merupakan prioritas utama.
Secara keseluruhan, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gelombang tinggi di perairan Aceh. Masyarakat pesisir dan para pelaku pelayaran diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk memastikan keselamatan.