BNPT Edukasi Masyarakat untuk Menerima Eks Napiter dan WNI dari Suriah
BNPT gencar melakukan edukasi masyarakat agar menerima kembali narapidana terorisme (napiter) dan WNI yang dideportasi dari Suriah setelah menjalani pembinaan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Eddy Hartono, menyatakan bahwa BNPT secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menerima kembali narapidana terorisme (napiter) yang telah menyelesaikan masa hukuman. Edukasi ini dilakukan secara terpadu oleh Tim Koordinasi Pelaksanaan Daerah Luar Lembaga Pemasyarakatan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Kementerian Sosial. Hal ini disampaikan Eddy dalam acara Peluncuran Buku Anak Negeri di Pusaran Konflik Suriah dan Pemutaran Film Road to Silence di Jakarta, Kamis.
Selain edukasi, BNPT juga akan mengawal kepulangan para napiter ke rumah masing-masing, memastikan mereka diterima oleh masyarakat. Proses pengawalan ini tidak hanya melibatkan BNPT, tetapi juga Muspika, Danramil, Babinsa, Kamtibnas, dan tokoh masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi stigma negatif dan menciptakan lingkungan yang suportif bagi reintegrasi para napiter ke masyarakat.
Langkah serupa juga diterapkan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang terasosiasi dengan pejuang teroris asing (FTF) yang dideportasi dari Turki pada akhir tahun 2024. Setelah menjalani pembinaan dan rehabilitasi di Kementerian Sosial, mereka akan dikawal pulang dan masyarakat sekitar tempat tinggal mereka akan mendapatkan edukasi untuk penerimaan yang lebih baik. Saat ini, 14 WNI yang dideportasi dari Suriah tengah menjalani pembinaan di Kemensos, meliputi materi wawasan kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan, dengan bimbingan ahli psikologi dan agama. "Jadi setelah kami bina, sekarang mereka ada di Kemensos," ujar Eddy.
Pembinaan dan Reintegrasi Eks Napiter
BNPT menegaskan kesiapannya menerima seluruh WNI yang terasosiasi dengan FTF di Suriah atau negara lain yang dideportasi, tanpa syarat khusus. Namun, identifikasi akan dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan keterlibatan mereka dalam tindak pidana terorisme. Jika terbukti terlibat, kasus akan ditangani Densus 88 Antiteror Polri. Namun, jika mereka hanya korban atau keluarganya menjadi korban konflik di Suriah, BNPT akan memberikan pembinaan terpadu.
Pembinaan di Kemensos mencakup wawasan kebangsaan, keagamaan, dan kewirausahaan. Para ahli psikologi dan agama dilibatkan untuk memastikan proses pembinaan berjalan efektif dan membantu para WNI tersebut beradaptasi kembali ke kehidupan masyarakat. Program ini bertujuan untuk merestorasi nilai-nilai kebangsaan dan memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan mereka.
Proses reintegrasi ini juga melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan aparat keamanan setempat. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para WNI tersebut untuk kembali beradaptasi dan diterima oleh masyarakat. BNPT menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam keberhasilan program reintegrasi ini.
Peran Masyarakat dalam Reintegrasi
Edukasi publik merupakan kunci keberhasilan program reintegrasi napiter dan WNI yang dideportasi. BNPT menyadari bahwa penerimaan masyarakat sangat penting dalam proses ini. Oleh karena itu, edukasi difokuskan untuk memberikan pemahaman yang benar tentang proses pembinaan dan rehabilitasi yang telah dijalani oleh para napiter dan WNI tersebut. Tujuannya adalah untuk menghilangkan stigma negatif dan mengganti dengan empati dan dukungan.
BNPT juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan aparat keamanan dalam memberikan dukungan dan pengawasan selama proses reintegrasi. Kerja sama yang erat antara BNPT, aparat keamanan, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan keberhasilan program ini. Dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, diharapkan para napiter dan WNI dapat kembali berintegrasi ke dalam masyarakat dengan lancar dan aman.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara 1945 yang menyatakan bahwa setiap WNI wajib dilindungi. BNPT berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap WNI yang kembali ke Tanah Air mendapatkan kesempatan untuk memulai hidup baru dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen BNPT dalam upaya deradikalisasi dan pencegahan terorisme.
Dengan adanya program pembinaan dan edukasi yang komprehensif, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan menerima kembali para napiter dan WNI yang dideportasi, sehingga mereka dapat hidup normal dan berkontribusi positif bagi masyarakat.