30 Eks Napiter di Makassar Dilatih Jadi Teknisi AC: Menuju Kemandirian Ekonomi
Tiga puluh mantan narapidana teroris (Napiter) di Makassar mengikuti pelatihan teknisi AC, sebuah program kolaborasi BNPT, Densus 88, PT Astra, dan Kementerian Sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi dan deradikalisasi.

Makassar, 21 Januari 2024 – Sebanyak 30 eks narapidana teroris (Napiter) kelompok Jamaah Islamiyah (JI) mengikuti pelatihan teknisi AC di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, Makassar. Program ini menandai upaya nyata pemerintah dalam membantu para eks Napiter untuk kembali ke masyarakat dan membangun kemandirian ekonomi.
Inisiatif pelatihan teknisi AC ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88, dan PT Astra (Yayasan Amaliah Astra). Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas dan mendorong kewirausahaan, sebagaimana tertuang dalam cita-cita Presiden dan Wakil Presiden.
"Hari ini, pelatihan teknisi AC dilaksanakan mitra deradikalisasi yang disponsori PT Astra. Ini juga atas gagasan Densus 88," ujar Komjen Pol Eddy Hartono di Makassar, Selasa. Program ini bukanlah yang pertama; pelatihan serupa telah dilaksanakan sebelumnya di Solo dan Jakarta.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali para eks Napiter dengan keterampilan praktis, membantu mereka berdiri di atas kaki sendiri. Mereka yang sebelumnya tidak memiliki keahlian khusus, kini dilatih untuk membersihkan dan memperbaiki mesin AC, sebuah keterampilan yang dapat menghasilkan penghasilan.
"Pelatihan ini diharapkan dapat membangun jiwa kemandirian untuk berwirausaha bagi mereka," kata Eddy Hartono. Ia menambahkan bahwa program ini diharapkan berkelanjutan, dengan kolaborasi yang melibatkan Densus 88, PT Astra, Kementerian Sosial, dan balai-balai besar di berbagai daerah.
Jumlah peserta pelatihan relatif, dan ditentukan berdasarkan hasil asesmen Densus 88, yang fokus pada minat dan kemampuan para eks Napiter. "Kita berkewajiban mengarahkan mana yang sesuai dengan keinginan. Jadi, harus yang mau dan mampu juga," tegasnya.
Meskipun pelatihan teknisi AC menjadi fokus utama, BNPT juga memiliki rencana program lain untuk membantu para eks Napiter yang memiliki minat dan bakat lain. "Misalkan, ada yang jadi petani, itu nanti kita arahkan. Kami lagi membahas untuk program-program selanjutnya," ungkap Eddy Hartono.
Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi para eks Napiter dan masyarakat luas. Dengan memberikan keterampilan dan kesempatan untuk berwirausaha, pemerintah berupaya memastikan reintegrasi sosial yang sukses dan mencegah potensi radikalisme kembali muncul.