Densus 88 dan PT SHS Berdayakan Eks Napiter di Sektor Pertanian
Densus 88 Antiteror Polri dan PT Sang Hyang Seri (PT SHS) berkolaborasi memberdayakan eks narapidana terorisme melalui pelatihan dan pendampingan di bidang pertanian dan peternakan.

Jakarta, 21 Februari 2024 - Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian Negara Republik Indonesia (Densus 88 AT Polri) dan PT Sang Hyang Seri (PT SHS) resmi menjalin kerja sama untuk memberdayakan mantan narapidana terorisme (eks napiter) dalam meningkatkan produktivitas komoditas pertanian. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Subang, Jawa Barat, pada Jumat lalu. Inisiatif ini menjawab pertanyaan bagaimana membantu reintegrasi sosial eks napiter, siapa yang terlibat (Densus 88 dan PT SHS), di mana (Subang, Jawa Barat), kapan (Jumat, 21 Februari 2024), mengapa (untuk memberdayakan eks napiter dan meningkatkan ketahanan pangan), dan bagaimana (melalui pelatihan dan pendampingan di bidang pertanian dan peternakan).
Kepala Densus 88 Antiteror, Sentot Prasetyo, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam proses reintegrasi sosial para eks napiter. Mereka akan diberikan pelatihan dan pendampingan intensif dalam budidaya padi dan peternakan. "Eks napiter yang telah menyelesaikan masa hukuman dan lolos skrining oleh Densus 88 AT Polri akan berpartisipasi," ujar Sentot. Program ini diharapkan mampu memberikan keterampilan dan daya saing bagi para eks napiter sehingga mereka dapat hidup mandiri dan produktif dalam masyarakat.
Direktur Utama PT SHS, Adhi Cahyono Nugroho, menekankan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan sosial. PT SHS berperan aktif memberikan pelatihan, pendampingan teknis, serta akses terhadap sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan para peserta program. "Kami berharap langkah ini dapat menciptakan peluang ekonomi baru bagi mereka," kata Adhi.
Pemberdayaan Eks Napiter melalui Pertanian dan Peternakan
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada sektor pertanian, tetapi juga diperluas ke bidang peternakan domba. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan memperkaya wawasan budidaya bagi para peserta. Peternakan domba dinilai mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Salah satu inovasi dalam program ini adalah pengolahan kotoran hewan menjadi pupuk organik. Pupuk organik ini kemudian dapat digunakan kembali untuk meningkatkan kesuburan lahan pertanian. Dengan demikian, program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu, tetapi juga mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Program pemberdayaan ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi program reintegrasi sosial lainnya. Dengan memberikan keterampilan dan peluang ekonomi, diharapkan para eks napiter dapat memiliki kehidupan yang lebih produktif dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
PT SHS berkomitmen penuh dalam menyediakan pelatihan dan pendampingan yang komprehensif. Pelatihan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya hingga pengelolaan bisnis pertanian dan peternakan. Para eks napiter juga akan mendapatkan akses ke berbagai sumber daya, seperti bibit unggul, pupuk, dan peralatan pertanian.
Harapan Ke Depan
Kerja sama antara Densus 88 dan PT SHS ini diharapkan dapat menjadi contoh sukses dalam upaya reintegrasi sosial eks napiter. Dengan memberikan kesempatan dan dukungan yang memadai, diharapkan para eks napiter dapat kembali berbaur dengan masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Program ini juga memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan pangan nasional.
Selain itu, keberhasilan program ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan eks napiter. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, diharapkan proses reintegrasi sosial eks napiter dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Program ini juga menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani masalah terorisme. Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi untuk mencegah terjadinya radikalisasi dan terorisme di masa mendatang.
Dengan demikian, kerja sama antara Densus 88 dan PT SHS ini menjadi langkah penting dalam menciptakan masa depan yang lebih aman dan sejahtera bagi semua pihak.