Bulog Serap 100 Ton Beras Petani Pandeglang, Dorong Swasembada Pangan
Bulog menyerap 100 ton beras dari petani Cikeusik, Pandeglang dengan harga menguntungkan, mendukung swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Pandeglang, 28 Februari 2024 - Perum Bulog (Badan Urusan Logistik) telah menyerap sekitar 100 ton beras dari petani di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penyerapan ini dilakukan langsung di lapangan oleh Bulog Cabang Lebak-Pandeglang, guna mendukung program swasembada pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani. Langkah ini juga memastikan ketersediaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang cukup.
Kepala Cabang Bulog Lebak-Pandeglang, Agung Trisakti, menyatakan bahwa penyerapan beras ini merupakan bagian dari upaya untuk menampung gabah dan beras petani di wilayah Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Malingping, Kabupaten Lebak. Bulog berkomitmen untuk terus menyerap hasil panen petani, terutama menjelang musim panen raya yang akan segera tiba. "Upaya menyerap beras dari petani...untuk dijadikan stok cadangan beras pemerintah (CBP)," jelasnya.
Penyerapan gabah dan beras ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Beras yang diserap Bulog nantinya akan digunakan untuk berbagai program pemerintah, termasuk Bantuan Pangan, Bantuan Penyediaan dan Stabilisasi Harga Pangan (SPHP), dan penanggulangan bencana alam. Dengan demikian, program ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi petani dan ketahanan pangan nasional.
Harga Gabah dan Beras yang Menguntungkan Petani
Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sementara penyerapan beras dilakukan dengan harga Rp12.000 per kilogram. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga gabah di tingkat tengkulak yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Hal ini memberikan keuntungan signifikan bagi para petani.
Ahmad (55), seorang petani asal Cikeusik, mengungkapkan rasa senangnya karena Bulog membeli GKP miliknya dengan harga yang baik. Dengan produksi rata-rata 6 ton per hektare dan harga GKP Rp6.500 per kilogram, petani seperti Ahmad dapat memperoleh pendapatan hingga Rp39 juta. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp10 juta per hektare, petani masih dapat meraup keuntungan bersih sekitar Rp29 juta.
"Dari pendapatan Rp39 juta tersebut dipastikan petani bisa meraup keuntungan bersih Rp29 juta setelah dikurangi biaya produksi Rp10 juta per hektare," ungkap Ahmad. Keuntungan yang signifikan ini tentunya sangat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani di Cikeusik dan sekitarnya.
Dampak Positif bagi Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Program penyerapan beras oleh Bulog ini memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi ketahanan pangan nasional maupun kesejahteraan petani. Dengan harga pembelian yang menguntungkan, petani termotivasi untuk meningkatkan produktivitas. Ketersediaan stok CBP yang memadai juga memastikan stabilitas harga beras di pasaran dan mencegah potensi kelangkaan.
Langkah Bulog ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Dengan memastikan harga yang layak bagi petani dan ketersediaan stok beras yang cukup, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan ditingkatkan untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat luas.
Keberhasilan program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dapat berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan petani, diharapkan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini juga memberikan jaminan kepastian pasar bagi petani, sehingga mereka dapat lebih fokus pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan perekonomian daerah.
Kesimpulan
Penyerapan 100 ton beras oleh Bulog dari petani Pandeglang merupakan langkah positif dalam mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini memberikan dampak yang signifikan bagi petani dan ketahanan pangan nasional, serta menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dapat berperan aktif dalam mendukung sektor pertanian.