Dapur Umum MBG Belitung: Serap Puluhan Tenaga Kerja Lokal dan Sediakan Ribuan Porsi Makan Bergizi
Dapur umum MBG di Belitung, Bangka Belitung, menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal dan menyediakan 3.100 porsi makan bergizi gratis setiap harinya untuk siswa sekolah di Kelurahan Pangkalalang.

Dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah menyerap lebih dari 50 tenaga kerja lokal. Mereka bekerja keras menyiapkan dan mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak 3.100 porsi setiap hari untuk siswa sekolah di Kelurahan Pangkalalang. Program ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesehatan anak-anak di Belitung.
Para pekerja, yang berasal dari Jalan Akil Ali dan sekitarnya, memulai tugas mereka sejak pukul 02.00 atau 03.00 WIB. Mereka bertanggung jawab atas seluruh proses, mulai dari mempersiapkan bumbu dan peralatan hingga memasak dan menyajikan menu MBG. "Alhamdulillah, dapur BGN kami menyerap tenaga kerja lebih dari 50 orang. Mereka dari Jalan Akil Ali maupun di wilayah sekitar Tanjungpandan," ungkap Perwakilan SPPG BGN Belitung, Maulana.
Distribusi MBG dilakukan setiap hari ke sekolah-sekolah di Kelurahan Pangkalalang. Proses memasak dilakukan secara fresh, dengan bumbu yang disiapkan setiap hari. "Bumbu sudah dipersiapkan dan nanti dimasak langsung segar (fresh)," jelas Maulana. Program ini menjamin anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang penting untuk tumbuh kembang mereka.
Tenaga Kerja dan Sistem Kerja Dapur Umum MBG
Para pekerja dibagi menjadi dua sesi. Sesi pagi, berjumlah 25 orang, bertugas memasak dan menyajikan menu MBG. Sesi siang, yang terdiri dari 11 orang, bertugas mencuci peralatan makan. Selain itu, dapur umum juga dijaga selama 24 jam penuh untuk memastikan kelancaran operasional.
Kesehatan para pekerja juga menjadi prioritas. Mereka mendapatkan suntikan vitamin mingguan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Belitung untuk menjaga kondisi kesehatan mereka tetap prima. Dengan demikian, mereka dapat bekerja secara optimal dan menjaga kebersihan dapur umum.
Pengelolaan bahan baku juga dilakukan secara cermat. Menu MBG yang akan dimasak dikoordinasikan dengan ahli gizi dan disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal. "Jadi apakah pisang buah-buahan, apakah pepaya, semangka, atau melon. Karena kebutuhan kami banyak lebih dari 200 kilogram sehari langsung habis, misalnya jeruk. Maka kami juga ingin menjaga bukan hanya diborong, namun juga disuplai dengan baik," tutur Maulana.
Dampak Positif Program MBG
Program MBG di Belitung tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan menyerap puluhan tenaga kerja lokal, program ini turut berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.
Sistem kerja yang terorganisir dan perhatian terhadap kesehatan pekerja menunjukkan komitmen yang tinggi dalam menjalankan program MBG. Dengan memastikan ketersediaan bahan baku dan kualitas makanan, program ini menjamin anak-anak di Belitung mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Keberhasilan program MBG di Belitung ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan gizi anak dan memberdayakan masyarakat lokal. Kombinasi antara penyediaan makanan bergizi dan penyerapan tenaga kerja lokal merupakan strategi yang efektif dan berkelanjutan.
Program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat dalam mewujudkan tujuan bersama, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.