Dorong Bisnis Berkelanjutan, Menteri LH Apresiasi Kinerja Perusahaan Lewat PROPER
Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq mendorong praktik bisnis berkelanjutan melalui penghargaan PROPER, yang tahun ini diikuti 4.495 perusahaan dengan peningkatan signifikan dalam kepatuhan lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang berkomitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER). Penghargaan PROPER 2024 diberikan di Surabaya pada Selasa, 25 Februari. Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pengelolaan lingkungan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. "Penghargaan PROPER ini diharapkan dapat menjadi pemandu untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi perusahaan untuk tetap menjalankan bisnis perusahaan dengan tetap mengedepankan pengolahan lingkungan," katanya. Ia juga mengingatkan para pemimpin perusahaan penerima penghargaan Green Leadership untuk menjadi contoh dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Deputi Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Rasio Ridho Sani, menjelaskan bahwa PROPER menunjukkan komitmen, kinerja, dan inovasi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan. Partisipasi dalam PROPER tahun 2024 meningkat pesat, mencapai 4.495 perusahaan, naik 21,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil Penilaian PROPER 2024
Hasil evaluasi PROPER periode 2023-2024 menunjukkan bahwa 2.961 perusahaan dinyatakan taat terhadap peraturan lingkungan, sementara 1.329 perusahaan dinyatakan tidak taat. Sebanyak 205 perusahaan belum diumumkan atau belum beroperasi. Penghargaan Green Leadership diberikan kepada 14 pemimpin perusahaan, terdiri dari enam penerima Green Leadership Utama dan delapan penerima Green Leadership Madya. Selain itu, 85 pimpinan perusahaan meraih PROPER Emas dan 227 pimpinan perusahaan meraih PROPER Hijau.
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menjadi salah satu perusahaan yang meraih penghargaan PROPER. Mereka memperoleh tiga predikat Emas, 10 predikat Hijau, dan delapan predikat Biru untuk berbagai lokasi operasionalnya. Penghargaan PROPER Emas diberikan kepada Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai, Aviation Fuel Terminal Juanda, dan Aviation Fuel Terminal BIL. Sementara itu, 10 unit lokasi Jatimbalinus lainnya meraih predikat PROPER Hijau, termasuk Fuel Terminal Tanjung Wangi, Fuel Terminal Sanggaran, dan beberapa terminal bahan bakar lainnya.
Komitmen Pertamina Patra Niaga
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup lingkungan dan masyarakat di wilayah operasionalnya. "Harapan kami semua bahwa program yang dijalankan dapat sustain dan tentu saja keberlanjutan program perlu dipertahankan. Sehingga masyarakat akan dengan mandiri menjalankan programnya dan manfaatnya akan dirasakan seterusnya," ujarnya.
Peningkatan jumlah peserta PROPER menunjukkan kesadaran yang semakin tinggi dari perusahaan akan pentingnya praktik bisnis berkelanjutan. Penghargaan PROPER diharapkan dapat memotivasi perusahaan lain untuk turut serta dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Program ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan.