Dorong Produk Lokal, DPR Tekankan Kolaborasi dan Efisiensi
Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menekankan pentingnya kolaborasi dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk impor.

Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Len Industri (Persero) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/2), menegaskan pentingnya memprioritaskan produk dalam negeri. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas dominasi produk asing di pasar Indonesia, terutama di sektor otomotif dan industri strategis. Kawendra menekankan perlunya kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar dapat bersaing dengan produk impor.
Kawendra menyoroti fenomena di mana produk asing seringkali langsung populer di Indonesia setelah diluncurkan, mendapatkan perhatian besar di berbagai pameran otomotif. Ia menekankan perlunya produk dalam negeri memiliki nilai lebih dan mendapatkan kepercayaan masyarakat agar dapat menyaingi popularitas produk impor. Hal ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.
Lebih lanjut, Kawendra berharap agar produk lokal dapat semakin mendominasi pasar nasional. Ia juga menyinggung kebijakan efisiensi yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto, menekankan pentingnya penerapan kebijakan ini bagi industri dalam negeri untuk meningkatkan daya saing. Kawendra mendorong kemitraan antara sektor publik dan swasta (public-private partnership) untuk mengurangi ketergantungan pada Penyertaan Modal Negara (PMN).
Kolaborasi dan Efisiensi Kunci Peningkatan Daya Saing
Kawendra menjelaskan bahwa efisiensi dan kemitraan antara sektor publik dan swasta akan mempercepat kemandirian industri nasional. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan efisiensi dan kolaborasi yang baik, industri dalam negeri diharapkan dapat lebih kreatif dalam produksi dan operasional, sekaligus berkontribusi pada keuangan negara.
Ia menekankan pentingnya peran PT Len Industri sebagai salah satu ujung tombak dalam mewujudkan visi kemandirian industri teknologi dalam negeri. PT Len Industri diharapkan dapat menciptakan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global dan berkontribusi bagi perekonomian dan pertahanan negara. Kawendra optimis bahwa PT Len Industri mampu memproduksi lebih banyak teknologi, tidak hanya untuk sektor pertahanan.
RDP Komisi VI DPR dengan PT Len Industri (Persero) tersebut membahas evaluasi kinerja korporasi tahun 2024 dan rencana kerja serta roadmap korporasi tahun 2025. Diskusi ini menekankan pentingnya perencanaan strategis dan kolaborasi untuk mencapai tujuan kemandirian ekonomi nasional.
Kebijakan Efisiensi dan Kemitraan Publik-Swasta
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kebijakan efisiensi sebagai pedoman bagi industri dalam negeri. Hal ini menjadi tantangan bagi industri lokal untuk berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional. Kemitraan antara sektor publik dan swasta dianggap sebagai solusi untuk mengatasi tantangan ini dan mengurangi ketergantungan pada PMN.
Dengan mengurangi ketergantungan pada PMN, industri dalam negeri dapat lebih mandiri dan berkelanjutan. Hal ini juga akan mendorong inovasi dan kreativitas dalam produksi dan operasional, sehingga dapat menciptakan produk-produk yang lebih kompetitif di pasar global.
Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi juga sangat penting untuk mendukung pengembangan teknologi dan inovasi dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi impor dan membangun kemandirian ekonomi.
Pentingnya Dukungan Terhadap Produk Lokal
Dukungan terhadap produk lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Memilih dan menggunakan produk dalam negeri merupakan bentuk nyata dari nasionalisme ekonomi dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan membeli produk lokal, kita turut serta mendukung industri dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Hal ini juga akan membantu mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih cerdas dalam memilih produk dan memberikan dukungan penuh terhadap produk-produk lokal yang berkualitas dan kompetitif.
Sebagai penutup, upaya memprioritaskan produk dalam negeri melalui kolaborasi dan efisiensi merupakan langkah strategis untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Hal ini memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah, industri, maupun masyarakat.