DPRD Penajam: Penanganan Stunting untuk SDM Unggul di Era IKN
DPRD Penajam Paser Utara tekankan pentingnya penanganan stunting untuk menyiapkan SDM unggul dalam menghadapi perkembangan IKN, dengan berbagai program dan dukungan anggaran yang telah dilakukan.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menekankan pentingnya penanganan stunting sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nanang Ali, pada Rabu, 02 April 2024 di Penajam.
Nanang Ali menyatakan, "Penanganan stunting sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM guna menghadapi pembangunan dan perkembangan IKN." Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai daerah terdekat dan mitra IKN, harus menyiapkan SDM yang mumpuni untuk mendukung perkembangan ibu kota baru Indonesia. Upaya ini melibatkan koordinasi intensif antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Posyandu, sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat, berperan krusial dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Posyandu dinilai efektif untuk mendeteksi dini dan mengatasi masalah stunting. DPRD dan pemerintah kabupaten secara aktif memberikan dukungan berupa pelatihan kader posyandu dan pemenuhan kebutuhan operasionalnya. Saat ini, tercatat 259 posyandu tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dukungan Anggaran dan Program Penanganan Stunting
DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan dukungan penuh terhadap penanganan stunting melalui kebijakan anggaran. "DPRD terus mendukung dengan kebijakan anggaran penanganan stunting, bantuan juga diberikan melalui dana aspirasi anggota DPRD," jelas Nanang Ali. Berkat berbagai program yang telah dijalankan, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara berhasil menekan angka stunting. Pada tahun 2023, tercatat 1.290 anak mengalami stunting, menurun menjadi 1.141 balita pada akhir tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan angka stunting sebesar 11,55 persen.
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara lainnya, Jon Kenedi, menambahkan bahwa posyandu berperan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil dan balita. "Posyandu berperan penting tangani stunting karena menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan dan gizi bagi ibu hamil dan balita," ujarnya. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten memberikan bantuan kepada posyandu untuk mengoptimalkan penanganan stunting.
Jon Kenedi juga menekankan bahwa stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kualitas SDM generasi penerus. Faktor penyebab stunting kompleks dan memerlukan penanganan terpadu. "Dan harus ditangani dari remaja putri, ibu hamil, hingga penanganan ibu terhadap anak," tegas Jon Kenedi.
Strategi Terpadu Penanganan Stunting di Penajam Paser Utara
- Koordinasi Antar Lembaga: Kerja sama yang erat antara DPRD, Pemerintah Kabupaten, pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat.
- Penguatan Posyandu: Dukungan penuh terhadap posyandu melalui pelatihan kader, pemenuhan kebutuhan operasional, dan bantuan dana.
- Alokasi Anggaran: Pengalokasian anggaran khusus untuk program penanganan stunting melalui APBD dan dana aspirasi.
- Pendekatan Holistik: Penanganan stunting dilakukan secara terpadu, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga perawatan anak.
Penanganan stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan komitmen bersama untuk membangun SDM yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan pembangunan IKN. Upaya ini diharapkan dapat menghasilkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.