DPRD Penajam Paser Utara Apresiasi Peran Posyandu Cegah Stunting
DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara menilai posyandu sangat efektif dalam mendeteksi dini kasus kekerdilan (stunting) pada anak dan mendorong peningkatan akses serta kualitas layanan posyandu di seluruh wilayah.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 26 Maret 2024 - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan apresiasi terhadap peran Pos Pelayanan Terpadu (posyandu) dalam mendeteksi dini kasus kekerdilan atau stunting pada anak. Hal ini disampaikan menyusul temuan bahwa pemantauan kesehatan anak secara rutin di posyandu terbukti efektif mencegah peningkatan angka stunting di daerah tersebut. Anggota DPRD Andi Iskandar Himala menekankan pentingnya peran posyandu dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Menurut Andi Iskandar Himala, "Banyak orang tua yang rutin memeriksakan kesehatan anak mereka di posyandu. Hal ini merupakan langkah preventif yang sangat efektif dalam mencegah stunting." Beliau juga menambahkan bahwa posyandu tidak hanya berperan dalam deteksi dini stunting, tetapi juga dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan, meliputi ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan remaja.
DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program posyandu melalui penganggaran dan dana aspirasi. Dukungan ini diarahkan untuk peningkatan fasilitas dan operasional posyandu agar pelayanan kesehatan dapat berjalan optimal. Dengan adanya dukungan penuh dari legislatif, diharapkan program pencegahan stunting melalui posyandu dapat berjalan lebih efektif dan merata.
Perlu Peningkatan Akses dan Kualitas Posyandu
Meskipun saat ini terdapat 259 posyandu yang tersebar di Kabupaten Penajam Paser Utara, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk memastikan setiap desa, kelurahan, dan bahkan RT memiliki posyandu yang memadai dan terdaftar resmi. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan efektivitas pencegahan stunting.
Andi Iskandar Himala juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kader posyandu. "Kader posyandu harus mampu mendeteksi risiko awal masalah kesehatan, termasuk stunting, di wilayah masing-masing," ujarnya. Selain itu, kerjasama lintas sektor juga perlu ditingkatkan untuk memastikan keberhasilan program pencegahan stunting.
Anggota DPRD lainnya, Sakka, turut menyoroti pentingnya memaksimalkan fasilitas kesehatan, khususnya posyandu, dalam upaya penanganan stunting. Beliau juga menekankan pentingnya akurasi data stunting yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Penajam Paser Utara untuk perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang tepat sasaran.
"Penajaman data stunting sangat penting untuk memaksimalkan pembangunan fasilitas kesehatan, khususnya posyandu di setiap wilayah," kata Sakka. Data yang akurat akan membantu dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien.
Inovasi dan Adaptasi Layanan Posyandu
Kader dan pengurus posyandu didorong untuk tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga berinovasi dalam memberikan pelayanan. Layanan posyandu perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar lebih efektif dan menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya. Dengan demikian, posyandu dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara menekankan pentingnya peran posyandu dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Dukungan penuh dari pemerintah daerah dan peningkatan akses serta kualitas layanan posyandu diharapkan dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, DPRD, kader posyandu, dan masyarakat, diharapkan upaya penurunan angka stunting akan semakin efektif dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas data dan inovasi dalam pelayanan posyandu akan menjadi kunci keberhasilan program ini.