Posyandu di Biak Numfor Perkuat Deteksi Dini Stunting, Angka Stunting di Bawah Nasional
Pemkab Biak Numfor tingkatkan layanan 297 Posyandu untuk deteksi dini stunting, angka stunting di Biak Numfor masih di bawah angka nasional 7,1 persen pada akhir 2024.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Papua, gencar meningkatkan layanan kesehatan di 297 Posyandu yang tersebar di berbagai kampung. Upaya ini diprioritaskan untuk mendeteksi dini kasus stunting pada anak dan mencegah peningkatan angka stunting di masa mendatang. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Biak Numfor, Johanna Nap, menjelaskan bahwa peningkatan layanan Posyandu ini merupakan langkah strategis dalam mencapai target penurunan stunting di tahun 2025.
Layanan Posyandu tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan balita dan ibu hamil, pemberian vitamin, serta makanan tambahan bergizi. "Pelayanan kegiatan 297 Posyandu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan balita dan ibu hamil, pemberian vitamin, dan makanan tambahan bergizi dalam upaya mencegah dini stunting anak di Kabupaten Biak Numfor," kata Johanna Nap di Biak, Jumat.
Johanna menekankan pentingnya peran Posyandu sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam sistem pelayanan kesehatan dasar. Keberadaan Posyandu di setiap kampung diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat dan memberikan akses mudah terhadap layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Layanan Terpadu di Posyandu Cegah Stunting
Berbagai layanan kesehatan terpadu diberikan di Posyandu, termasuk imunisasi, pendidikan gizi masyarakat, penimbangan dan pengukuran tinggi badan, serta pelayanan kesehatan ibu dan anak. Hal ini bertujuan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh dan mendeteksi secara dini potensi masalah kesehatan, termasuk stunting.
Pada tahun ini, DP3AKB Biak Numfor bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memperluas jangkauan layanan Posyandu. Pemeriksaan balita dan pemberian makanan tambahan bergizi menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan stunting.
Petugas Puskesmas secara rutin mendampingi kegiatan di Posyandu setiap bulan. Mereka melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada balita dan ibu hamil untuk memastikan kesehatan dan perkembangan yang optimal.
Harapan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Johanna Nap berharap, dengan peningkatan layanan Posyandu ini, angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) dapat ditekan. Selain itu, Posyandu juga diharapkan dapat meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana.
"Bahkan Posyandu meningkatkan peran serta masyarakat dalam kegiatan kesehatan dan Keluarga Berencana untuk mewujudkan norma keluarga kecil bahagia sejahtera," katanya.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di Biak Numfor hingga akhir tahun 2024 masih berada di bawah angka stunting nasional, yaitu sebesar 7,1 persen. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan stunting yang dilakukan pemerintah daerah telah menunjukkan hasil yang positif.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras petugas kesehatan dan peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu. Dengan komitmen yang tinggi dan kerja sama yang baik, diharapkan angka stunting di Biak Numfor dapat terus ditekan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
Ke depan, perlu adanya evaluasi dan peningkatan kualitas layanan Posyandu secara berkala. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas program pencegahan stunting dan adaptasi terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.