Festival Keluarga Indonesia: Upaya GKMNU Wujudkan Keluarga Maslahat
GKMNU menggelar Festival Keluarga Indonesia di Jakarta untuk memperluas jangkauan program keluarga maslahat NU, menyesuaikan diri dengan perubahan demografi dan era digital.

Pengarah Kongres Keluarga Maslahat NU, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menginisiasi Festival Keluarga Indonesia. Acara yang digelar akhir pekan di sebuah pusat perbelanjaan Jakarta ini bertujuan memperluas manfaat program keluarga maslahat, khususnya bagi keluarga NU.
Pemilihan lokasi di pusat perbelanjaan strategis. Hal ini mengingat banyaknya keluarga NU yang kini tinggal di kota besar dan menghabiskan waktu liburan di tempat-tempat ramai seperti mal. Strategi ini diharapkan menjangkau lebih banyak keluarga.
Festival ini menjadi penting karena perubahan demografi NU. Kini, banyak warga NU yang bermukim di perkotaan. GKMNU pun perlu beradaptasi dan mengembangkan strategi untuk membantu keluarga Indonesia berkembang di era modern.
"Festival Keluarga Indonesia mengangkat tema-tema yang relevan dan menarik bagi keluarga muda," jelas Alissa. Acara ini dirancang sebagai wadah diskusi dan edukasi yang menyenangkan.
GKMNU sendiri memiliki enam dimensi utama: relasi maslahat, keluarga terdidik, keluarga cinta alam, keluarga sehat, keluarga sejahtera, dan keluarga moderat. Keenam dimensi ini merupakan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Alissa menambahkan, "Keluarga masa kini menghadapi tantangan baru, terutama kehadiran teknologi digital. Orang tua harus mampu mengarungi era digital ini," katanya. Festival ini juga sebagai upaya memperkenalkan program keluarga maslahat NU lebih luas ke masyarakat.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, turut memberikan dukungan. Beliau mencontohkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sukses beradaptasi dan berkontribusi besar bagi bangsa, meskipun hijrah ke Jakarta.
Gus Yahya menekankan komitmen NU dalam mewujudkan keluarga maslahat bagi seluruh Indonesia. "NU serius menjalankan berbagai program keluarga, dengan strategi yang adaptif terhadap perubahan sosial yang begitu cepat," tegasnya. Gus Yahya berharap festival ini akan memperluas jangkauan program keluarga maslahat NU dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.
Festival Keluarga Indonesia diharapkan menjadi langkah maju dalam memperkuat keluarga Indonesia, khususnya keluarga NU, di tengah tantangan zaman modern. Dengan pendekatan yang inovatif dan relevan, program ini berpotensi besar untuk mendorong terciptanya keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya.