Fokus Kerja Sama Ekonomi dan Keamanan: Hubungan AS-Indonesia di Bawah Menteri Rubio
Pengamat memprediksi hubungan AS-Indonesia di bawah Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan lebih fokus pada peningkatan kerja sama ekonomi dan keamanan, termasuk menghadapi pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.

Hubungan AS-Indonesia: Prioritas Ekonomi dan Keamanan di Era Rubio
Seorang pengamat hubungan internasional, Andrea Abdul Rahman Azzqy, memprediksi fokus utama kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan berada pada peningkatan kerja sama ekonomi dan keamanan. Pernyataan ini disampaikan Andrea pada Rabu malam saat dihubungi.
Mengapa Ekonomi dan Keamanan Menjadi Prioritas?
Pentingnya Indonesia dalam strategi Indo-Pasifik AS menjadi alasan utama. AS diperkirakan akan berupaya memperkuat hubungan perdagangan dan investasi, serta kerja sama dalam bidang keamanan maritim. Hal ini sejalan dengan upaya AS untuk menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan, terutama dalam menghadapi pengaruh China yang semakin besar.
Bagaimana AS akan Mempengaruhi Kerja Sama?
AS kemungkinan akan mendorong kolaborasi yang lebih erat dengan Indonesia untuk menghadapi tantangan keamanan regional. Hal ini termasuk memperkuat aliansi dan kemitraan dengan negara-negara di Asia-Pasifik, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Penguatan peran ASEAN sebagai mitra strategis juga menjadi fokus utama AS.
Dampak Kebijakan Proteksionis AS Terhadap ASEAN
Andrea juga menyoroti potensi dampak kebijakan proteksionis AS, khususnya kenaikan tarif impor dan kebijakan perdagangan yang lebih ketat, yang bisa menghambat ekspor negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Namun, ia juga melihat peluang bagi negara-negara ASEAN untuk meningkatkan kerja sama ekonomi intra-kawasan dan mencari pasar alternatif.
Kebijakan AS di Timur Tengah: Prioritas Stabilitas
Terkait Timur Tengah, AS diperkirakan akan terus mendukung sekutu-sekutunya, seperti Israel dan Arab Saudi. Prioritas utama tetap pada keamanan energi, kerja sama militer, dan kebijakan yang keras terhadap Iran. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas di kawasan.
'America First' dan Pendekatan Transaksional
Andrea menambahkan bahwa komitmen Rubio terhadap kebijakan 'America First' menunjukkan bahwa AS akan cenderung memprioritaskan kepentingan nasionalnya dengan pendekatan yang lebih proteksionis dan transaksional dalam hubungan internasionalnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, hubungan AS-Indonesia di bawah Menteri Luar Negeri Rubio diprediksi akan lebih menekankan pada kerja sama ekonomi dan keamanan. Indonesia perlu bersiap menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks dan mencari strategi untuk memaksimalkan keuntungan serta meminimalisir dampak negatif dari kebijakan AS.