Gubernur Papua Barat Daya Ajak Semua Komponen Bersatu Bangun Daerah
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu membangun daerah setelah Pilkada 2024, meninggalkan perbedaan pilihan.

Presiden RI Joko Widodo melantik Elisa Kambu sebagai Gubernur Papua Barat Daya dan Ahmad Nausrau sebagai Wakil Gubernur pada Kamis di Istana Kepresidenan Jakarta. Pelantikan tersebut menandai dimulainya era baru bagi Provinsi termuda ke-38 di Indonesia ini. Pelantikan ini juga bersamaan dengan pelantikan 959 kepala daerah lainnya se-Indonesia untuk periode 2025-2030.
Usai dilantik, Gubernur Elisa Kambu langsung menyampaikan seruan persatuan. Ia mengajak seluruh komponen masyarakat Papua Barat Daya untuk melupakan perbedaan pilihan yang terjadi selama Pilkada 2024 dan fokus membangun daerah. "Kita sudah melewati perbedaan pilihan, kini saatnya bersatu membangun Provinsi Papua Barat Daya," tegas Elisa.
Elisa Kambu mengakui adanya polarisasi dan perbedaan pilihan di antara warga Papua Barat Daya selama Pilkada. Namun, dengan dilantiknya dirinya dan Ahmad Nausrau, ia berharap semua perbedaan tersebut dapat berakhir dan digantikan dengan semangat persatuan dan kolaborasi dalam membangun daerah.
Membangun Papua Barat Daya: Sebuah Panggilan untuk Bersatu
Gubernur Elisa Kambu menekankan pentingnya persatuan dalam membangun Papua Barat Daya. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk merapatkan barisan dan bergandengan tangan demi kemajuan provinsi termuda ini. "Perbedaan pada saat pemilu memang terjadi, tetapi pertandingan itu sudah berakhir dan kini saatnya kita harus bersatu, merapatkan barisan, bergandengan tangan dan bergerak bersama untuk membangun Papua Barat Daya," ajaknya.
Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau berkomitmen untuk hadir bagi seluruh rakyat Papua Barat Daya tanpa memandang agama, suku, atau golongan. "Kami tidak hadir untuk satu kelompok tertentu, tidak hadir untuk partai tertentu, walaupun kami ini datang dari partai. Kami hadir untuk seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.
Gubernur menyadari bahwa luasnya wilayah Papua Barat Daya dan kompleksitas permasalahan yang ada membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terbuka untuk menerima saran dan masukan dari berbagai elemen masyarakat demi memajukan daerah.
Tantangan dan Harapan untuk Papua Barat Daya
Papua Barat Daya, sebagai provinsi termuda, dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan. Luas wilayah dan keragaman penduduknya menuntut strategi pembangunan yang komprehensif dan partisipatif. Gubernur Elisa Kambu menyadari hal ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bahu-membahu dalam mengatasi tantangan tersebut.
Salah satu tantangan utama adalah mengatasi kesenjangan pembangunan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Pemerataan pembangunan menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan Papua Barat Daya. Selain itu, pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pendidikan juga menjadi fokus utama.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga akan fokus pada pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan. Hal ini penting untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah di Papua Barat Daya.
Bersatu Membangun Mimpi Bersama
Gubernur Elisa Kambu menutup pesannya dengan menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama dalam mewujudkan mimpi bersama untuk Papua Barat Daya. "Mimpi itu bisa diwujudkan, syaratnya kita harus bersatu, bersatu dengan hati yang tulus, tidak harus selalu menuntut untuk mendapatkan sesuatu karena ini negeri kita, tanggung jawab kita bersama," katanya.
Dengan semangat persatuan dan kolaborasi, diharapkan Papua Barat Daya dapat berkembang pesat dan menjadi provinsi yang maju dan sejahtera. Semua elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Keberhasilan pembangunan Papua Barat Daya terletak pada kesatuan dan kebersamaan seluruh komponen masyarakatnya.