Harga Pangan di Pasar Santa Terkendali Jelang Ramadhan, Pemprov DKI Jakarta Pastikan Stok Aman
Penjabat Gubernur DKI Jakarta memastikan harga dan stok pangan di Pasar Santa terkendali menjelang Ramadhan, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan harga wajar.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, telah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Santa, Jakarta Selatan, pada Rabu, 19 Februari 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan harga dan stok pangan tetap terkendali menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Dari hasil peninjauan tersebut, Pj Gubernur memastikan bahwa stok pangan tersedia cukup dan fluktuasi harga masih dalam batas wajar, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Dalam peninjauannya bersama jajaran Perumda Pasar Jaya, Teguh Setyabudi mengamati beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan tersebut meliputi daging sapi, telur, cabai, dan beras. Meskipun terjadi kenaikan, Pj Gubernur menekankan bahwa kenaikan harga masih dalam kategori wajar dan terkendali. Ia juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengantisipasi peningkatan permintaan pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Antisipasi ini dilakukan melalui pemantauan ketat terhadap harga dan stok barang kebutuhan pokok di berbagai pasar tradisional dan modern di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kelangkaan dan lonjakan harga yang signifikan.
Kenaikan Harga dan Antisipasi Peningkatan Permintaan
Berdasarkan hasil peninjauan, diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan bahan pangan menjelang Ramadhan. Kenaikan diperkirakan mencapai 7,53 persen untuk cabai merah keriting dan hingga 17,38 persen untuk daging sapi. Hal ini telah diprediksi sebelumnya oleh Pemprov DKI Jakarta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan stok pangan strategis. Stok tersebut meliputi beras, daging sapi, daging kerbau, daging ayam, telur, minyak goreng, dan gula pasir. Kesiapan stok ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Eliawati juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Pemprov DKI Jakarta telah memastikan ketersediaan stok pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat dihimbau untuk berbelanja secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk memastikan ketersediaan stok pangan yang memadai selama Ramadhan dan Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya kelangkaan pangan.
Stok Pangan Strategis dan Imbauan Kepada Masyarakat
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memprediksi peningkatan permintaan daging sapi yang paling tinggi selama Ramadhan dan Idul Fitri, mencapai 17,38 persen dari kebutuhan normal. Peningkatan ini setara dengan 1.028 ton dari kebutuhan normal 5.901 ton per bulan. Antisipasi ini telah dilakukan dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup untuk memenuhi peningkatan permintaan tersebut.
Suharini Eliawati kembali menekankan pentingnya pembelian pangan yang bijak dan sesuai kebutuhan. Dengan ketersediaan stok yang cukup dan langkah antisipasi yang telah dilakukan, Pemprov DKI Jakarta berharap masyarakat dapat merayakan Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan pangan.
Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan di wilayahnya. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan, menghindari panic buying yang dapat memperburuk situasi.
"Kami cek, stoknya tersedia dan fluktuasi harga ada, tetapi masih wajar, terkendali. Jadi, sekali lagi jangan panik," kata Teguh kepada wartawan di Pasar Santa Jakarta, Rabu. "Jangan sampai masyarakat 'panic buying' karena kami Pemprov DKI Jakarta senantiasa menyiapkan stok ketersediaan pangan menjelang Ramadhan ini dalam jumlah yang cukup," tambah Eliawati.