Idul Fitri di Kaltim: Momentum Perkokoh Kerukunan Antarumat Beragama
Ketua MUI Kaltim mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama, diapresiasi peran FKUB Kaltim dalam menjaga harmoni tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim), KH Muhammad Rasyid, mengajak masyarakat Kalimantan Timur untuk menjadikan Idul Fitri 1446 Hijriah sebagai momentum memperkokoh kerukunan antarumat beragama. Pernyataan ini disampaikan beliau di Samarinda, Minggu, 30 Maret 2024. Ajakan ini menekankan pentingnya perayaan keagamaan yang saling menghormati dan tidak mengganggu kelompok lain.
KH Muhammad Rasyid memberikan contoh perayaan Nyepi yang baru saja berlangsung, di mana umat Hindu menjalankan ibadah dalam suasana hening. Beliau melihat hal ini sebagai wujud toleransi yang patut dicontoh. “Dalam keheningan ada toleransi. Ternyata masih bisa jalan yang lain,” ujarnya.
Apresiasi disampaikan KH Muhammad Rasyid terhadap kerukunan antarumat beragama di Kaltim yang selama ini terjalin dengan baik. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kaltim mendapat pujian atas peran aktifnya dalam menjaga harmoni tersebut. “Hubungan antartokoh lintas agama sangat cair dan kita saling menyapa apabila satu kelompok agama ada kegiatan keagamaan,” tambah Kiai Rasyid yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda.
Peran FKUB dan Pentingnya Dialog Antaragama
Sebagai Ketua FKUB Kaltim, KH Muhammad Rasyid menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyelenggarakan dialog dan pertemuan dengan tokoh agama dan pemuda lintas agama. Pertemuan-pertemuan ini bertujuan untuk membahas isu-isu kerukunan dan memperkuat pemahaman tentang toleransi serta kerja sama antarumat beragama.
Kiai Rasyid menekankan pentingnya pemahaman akan nilai-nilai kebhinekaan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. “Kita melaksanakan satu penguatan pemahaman bahwa kita hidup di satu negara yang memang sudah punya budaya yang sangat bagus mengakar dengan istilah ‘Bhinneka Tunggal Ika’ itu,” katanya.
Beliau juga menyoroti peran penting negara dalam menjaga kerukunan umat beragama. Negara yang kuat, menurutnya, menjamin kebebasan beragama dan berkeyakinan bagi seluruh warga negara. “Agama memerlukan negara. Kalau negaranya sangat tidak karuan, tidak kondusif, maka menjalankan ibadah dan menjamin keyakinan itu menjadi sangat terganggu,” tegasnya.
Imbauan untuk Merayakan Idul Fitri dengan Sederhana
Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri, KH Muhammad Rasyid mengimbau masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. Beliau juga mengajak umat Islam untuk merayakan Idul Fitri dengan sederhana dan tidak berlebihan.
Pesan beliau untuk masyarakat Kaltim adalah agar menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahim antar sesama. “Mari kita jadikan Hari Raya Idul Fitri ini sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahim antar-sesama,” demikian pesan Kiai Rasyid.
Pernyataan Ketua MUI Kaltim ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Peran aktif FKUB dan dialog antaragama menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang harmonis dan damai.